Faktor Faktor Yang Berperan Terhadap Derajat Keparahan Pasien Rawat Inap COVID-19 Di RSUP Dr.Sardjito : Studi Kohort Retrospektif
YACOEB JAEN KHATAMI, dr. Ayu Paramaiswari, Sp.PD-KR ; dr. Noor Asyiqah Sofia, M.Sc., Sp.PD(K)
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Sampai saat ini pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia belum menunjukan tanda tanda akan berhenti. Epidemi yang awal mulanya berasal dari sebuah pasar di Wuhan, China pada Desember 2019 kini telah menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. COVID-19 menimbulkan gejala dan outcome yang beragam, berkisar dari tanpa gejala hingga penyakit kritis dan kematian. Faktor resiko dan komorbiditas pasien menjadi hal yang perlu diperhatikan demi mencegah progresi yang lebih buruk pada kelompok pasien tertentu. Pada beberapa jurnal menjelaskan bagaimana korelasi antara komorbiditas terhadap progresi yang lebih buruk yaitu ARDS dan badai sitokin pada pasien yang kebanyakan mengarah ke kematian atau lebih lamanya waktu untuk sembuh . Adanya pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana dampak faktor resiko dan komorbiditas terhadap pasien khususnya di Indonesia. Sudah ada beberapa penelitian di luar negeri yang telah membuktikan adanya hubungan antara faktor resiko tertentu terhadap derajat keparahan pasien. Akan tetapi ,terdapat perbedaan secara demografi dan epidemilogi pada pasien di Indonesia dibanding luar negeri menjadikan topik ini penting untuk diteliti. Pada penelitian ini, peneliti ingin menggunakan delapan faktor resiko, yaitu usia,COPD, penyakit hepar kronis, diabetes, obesitas, stroke, hipertensi, dan CKD. Selain itu, di Indonesia sendiri masih jarang ditemukan studi terkait hal tersebut Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor resiko dengan derajat keparahan pada pasien COVID-19 rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan kohort restros.pektif yang melibatkan pasien COVID-19 rawat inap derajat berat dan kritis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada Mei 2021 – Oktober 2021. Uji Chi Square atau Uji Fisher Exact digunakan untuk menilai beda proporsi mortalitas menurut indeks platelet dan variabel pengganggu potensial (umur, jenis kelamin, komorbiditas, dll) jika kedua variabel dalam bentuk kategorikal. Uji regresi logistik simple digunakan untuk menilai keeratan hubungan antara faktor resiko yang diuji dan variabel pengganggu potensial yang bermakna secara statistik terhadap severitas, bila kedua variabel dalam bentuk skala kategorikal Hasil: Didapatkan 291 subjek yang memenuhi kriteria penelitian. Uji Chi Square menunjukkan perbedaan proporsi yang tidak signifikan di semua faktor resiko yang diuji antara pasien derajat berat dan kritis (p>0.05). Analisis multivariat menunjukkan tidak ada variabel yang signifikan dan tersisa di model regresi akhir, kecuali jenis kelamin dengah nilai p = 0.058. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara faktor resiko yang diuji terhadap derajat keprahan pada pasien COVID-19 rawat inap derajat berat dan kritis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Kata Kunci : COVID-19, faktor resiko, usia, COPD, penyakit hepar kronis, diabetes, obesitas, stroke, hipertensi, CKD, severitas, derajat keparahan