Efek Pemberian Oilis Terhadap Performa Ayam Broiler yang Diinfeksi Eimeria sp.
RISHA PUTRI AMALIA, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P.
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANEimeria sp. merupakan salah satu protozoa penyebab koksidiosis pada ayam. Antikoksidia yang umum digunakan adalah antikoksidia kimiawi yang dapat meninggalkan residu pada ayam. Pengobatan alternatif koksidiosis menggunakan antikoksidia alami dari ekstrak tanaman dapat mengurangi kemungkinan residu yang ditinggalkan. Antikoksidia alami yang dapat digunakan yaitu OILIS yang mengandung ekstrak tanaman herbal Echinacea spp., Glycyrrhiza glabra, Citrus spp., dan Origanus vulgar. Penelitian ini bertujuan membendingkan efek OILIS dosis 250 g/ton dengan Maxiban dosis 500 g/ton, yang dievaluasi berdasarkan bobot badan dan feed conversion ratio. Penelitian menggunakan 60 ekor ayam broiler strain Cobb yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 20 ekor ayam. Kelompok K1, K2, dan O mendapat perlakuan infeksi Eimeria sp. menggunakan 10 kali dosis oosista vaksin secara peroral ketika ayam umur 16 hari. Kelompok K1 sebagai kontrol negatif yang tidak diberi antikoksidia. Kelompok K2 sebagai kontrol obat yang diberi antikoksidia Maxiban dosis 500 g/ton. Kelompok O diberi OILIS dosis 250 g/ton. Penelitian dilakukan selama lima minggu (35 hari). Penimbangan pakan dilakukan setiap hari dan penimbangan bobot tubuh ayam dilaksanakan setiap akhir minggu. Data hasil penimbangan bobot badan dan feed conversion ratio dianalisis menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) dengan metode ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian OILIS tidak memberi pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap bobot badan dan feed conversion ratio.
Eimeria sp. is one of the protozoans which causes coccidosis on chickens. The kind of therapy commonly used is chemical anticoccidial which can leave residues on chicken. Alternative treatment of coccidiosis using natural anticoccidial from plant extracts can reduce the possibility of residues. Natural anticoccidial that can be used is OILIS which contains extract of the herbal plant Echinacea spp., Glycyrrhiza glabra, Citrus spp., and Origanus vulgare. This research aims at finding out the effect of OILIS with a dosage of 250 g/ton with 500 g/ton dosage Maxiban as anticoccidial based on the body weight and feed conversion ratio (FCR) on broiler chickens infected with Eimeria sp. The sample used in this research is a Cobb strain broiler numbering 60 chickens divided into three groups, each consisting of 20 chickens. K1, K2, and O groups are infected with 10 times the dose of Eimeria sp. in vaccines administered orally when the chickens are 16 days old. K1 group as a negative control that is not given anticoccidial. K2 group as a drug control is given anticoccidial Maxiban with the dosage of 500 g/ton. O group is given anticoccidial OILIS with the dosage of 250 g/ton. The broiler chickens are reared for 35 days. The feed consumption was calculated regularly daily, and the chickens body weight were weighed weekly. Weight and feed conversion ratio were analyzed with One-Way ANOVA in Statistical Product and Service Solution (SPSS) program. The result of the research shows that OILIS do not have a significant effect (P>0,05) on the body weight and feed conversion ratio (FCR).
Kata Kunci : Bobot Badan, Eimeria sp., Feed Conversion Ratio (FCR), Koksidiosis, OILIS