Laporkan Masalah

Kedudukan nasabah asuransi dalam perusahaan asuransi yang dipailitkan :: Studi kasus PT. Asuransi Jiwa Namura Tata Life

WINDHA, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2003 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum)

Penelitian tentang kedudukan hukum nasabah asuransi pada perusahaan asuransi yang dipailitkan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedudukan nasabah asuransi pada perusahaan asuransi yang dipailitkan, kriteria-kriteria apa saja yang menentukan nasabah asuransi sebagai kreditor preferen atau kreditor konkuren dan bagaimana pemenuhan hak-hak nasabah asuransi setelah putusan pailit dijatuhkan. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang terdiri dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Alat penelitian lapangan berupa studi dokumen digunakan untuk mendapatkan data sekunder pada penelitian kepustakaan sedangkan wawancara terstruktur digunakan sebagai alat untuk mendapatkan data primer pada penelitian lapangan. Data primer yang diperoleh tersebut akan mendukung data sekunder dan data-data itu akan dianalisis secara kualitatif yang menghasilkan data deskriptif analitis. Kedudukan nasabah asuransi dalam perusahaan asuransi yang dipailitkan merupakan kreditor preferen. Hal ini berdasarkan pada ketentuan pasal 1134 KUHPerdata juncto pasal 20 ayat 2 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992. Adapun kriteria yang dapat dijadikan pedoman dalam mendudukan nasabah asuransi adalah sama dengan kriteria untuk mendudukan kreditor sebagai kreditor preferen yaitu memiliki piutang yang diberikan hak istimewa. Pemenuhan hak-hak dalam perusahaan asuransi setelah perusahaan asuransi dinyatakan pailit berkaitan erat dengan kedudukannya didalam pembagian harta pailit. Kedudukan sebagai kreditor preferen tidak serta merta membuatnya mendapatkan tingkatan pertama dalam pembagian harta pailit. Akibat tidak dinyatakan secara tegas oleh UU No. 2 Tahun 1992 maka tingkatannya dibawah kreditor separatis dan pemenuhan hak-haknya dilakukan setelah pemenuhan hak- hak negara dan kreditor separatis. Kata kunci: nasabah asuransi, kreditor separatis, kreditor preferen, hak istimewa

The study of the law position of insurance customers of an insurance enterprise getting bankrupt is aimed at revealing how the position of insurance customers in the bankrupt insurance enterprise is, criteria determining the insurance customers as the preference creditors or concurrent creditors, and how the customers make the right of customers after the decicion of bankrupt is taken. This research was a normative juridical one consisting of literary and field study. The field research equipment provided in the form of document was used to gain secondary data in the literary study and structured interview was used us a means gain primary data form the field research. The primary data gained will support the secondaary data and they will be analyzed qualitatively so that the analytic descriptive data are collected. The position of the insurance customers in a bankrupt company is as the preference creditors. It is determined in the regulation section 1134 of KUHPerdata Juncto session 20 item 2 regulation Number 2 of 1992. The criteria that can be used as guidelines ini positioning the customers are the same as those of positioning creditors as the preference creditors who have credits and are given extraorinary rights. The fulfillment of rights after the enterprise get bankrupt wealth. The position of preference creditors cannot easily make them place the first position in the delivery of bankrupt wealth. The regulation Number 2 of 1992, which is not perfectly implemented make the rate of separated creditors and the fulfillment of the rights conducted after the fulfillment of the rights of the Government and separated creditors. Keywords : Insurance customers, separated creditor, preference creditor, extraordinary right.

Kata Kunci : Asuransi,Perlindungan Nasabah

  1. S2-2003-Windha-abstract.pdf  
  2. S2-2003-Windha-bibliography.pdf  
  3. S2-2003-Windha-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-Windha-title.pdf