PERUBAHAN STRUKTUR DAN PERTUMBUHAN PERMUDAAN SETELAH PEMELIHARAAN PADA HUTAN BEKAS TEBANGAN TEBANG PILIH INDONESIA DI HPH PT STUD JAMBI
Gusti Muhammad Hatta, Dr.Ir. Djoko Marsono
1987 | Tesis | S2 Ilmu KehutananUntuk mengetahui perubahan struktur dan pertumbuhan permudaan setelah pemeliharaan di hutan bekas tebangan TPI di HPH PT STUD Jambi, dilakukan penelitian dengan 3 macarn perlakuan yang diberikan pada hutan bekas tebangan 5 tahun. Perlakuan tersebut adalah (i) penebangan sapihan non komersial pada petak ukur semai dan sapihan (seluas 400 m2) pada blok A, (ii) penebangan pohon pada bagian yang terdapat petak ukur semai dan sapihan pada blok C, (iii) penebangan sapihan non komersial pada petak ukur semai dan sapihan ( seluas 100 m2) pada blok D; blok B dibuat sebagai kontrol (tanpa perlakuan). Semua jenis semai yang terdapat pada 250 sampel plot ukuran 2 m x 2 m dicatat dan diukur tingginya; demikian pula semua sapihan yang terdapat pada 40 sampel plot ukuran 5 m x 5 m dicatat dan diukur tinggi serta diameternya. Pengukuran tinggi dan diameter tersebut dilakukan 2 kali, yaitu sebelum diberi perlakuan (tahun 1985) dan 1 tahun setelah diberikan perlakuan (tahun 1986). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpenga.ruh nyata terhadap pertambahan tinggi, densitas dan distribusi tinggi semai, sedangkan ternadap distribusi spasial individu semai umumnya tidak terpengaruh kecuali bagi jenis yang mempunyai densi tas kecil. Pada tingkat sapihan secara umum perlakuan belum.memperlihatKan perbedaan yang nyata antara blok-blok perlakuan dan blok kontrol.
In order to know the change in structure and the growth of regeneration after liberation cutting in forest areas lo????ged over by the Indonesian Selective Cutting System (TPIJ three kinds of treatment were given to a 5-year logged over area. The treatment consisted of (1) cutting of non-commercial saplings on a plot of seedlings and saplings (400 m2) in filock A, (2) cutting of trees in part of the forest close to the plot of seedlings and saplings in Block c, (3) cutting of non-commercial saplings on a plot of seedlings and saplings {100 m2) in Block D; Block B was treated as control (without treatment). All seedlings in 250 seedling_ plot ( 2m x 2m) were measured for m) for their heights and diameters as wel. The height and diameter measurements we????e done twice, namely before treatment (1985) and one year after treatment. Results showed that the treatments affected height increment, density and height distribution of seedlings; individual spatial distribution were affected only for species with low density. For saplings the treatment did not generally show a significant difference between treatment blocks and control blocks.
Kata Kunci : Pertumbuhan Permudaan, Hutan Bekas Tebangan