OPTIMASI PEMANFAATAN LAHAN PADA USAHA TANI AGROFORESTRI Studi kasus : Di Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang
Wahyu Andayani, Prof.Dr.Ir. Achmad Sumitro
1987 | Tesis | S2 Ilmu KehutananSektor pertanian, khususnya di Pulau Jawa, f'aktor produksi tanah atau lahan pertanian sudah merupakan faktor produksi yang terbatas. Geertz (1976 : 106) dalam bu-???? lrunya "Involusi Pertanian" mengatakan bahwa, sungguhpun penduduk terus bertambah dan luas tanah relatif ·tetap, masyarakat pedesaan di Jawa tetap akan mempertahankan homogenitas· sosial ekonomi yang tinggi antara lain dengan cara membagi-bagi rezeki (Share<:;)overty). Dengan keadaan yang serba terbatas tersebut petani berusaha semaksimal mungkin, dengan jalan memanfaatkan lahan yang dimiliki seoptimal mungkin agar dapat mencukupi kebutuhannya. Salah satu cara yang dilaksanakan adalah dengan menanarni lahan miliknya dengan beberapa jenis tanaman, yaitu tanarnan pangan dan tanaman non pangan. Tidak ada sejengkal tanah pun yang tidak dimanfaatkan. Dengan demikian frek- wensi peningkatan hasil di lahan miliknya akan lebih tinggi. Usaha memanfaatkan lahan, supaya optimal antara. lain dengan melaksanakan usahatani di lahan tegal)dengan pola agroforestri. Agroforestri dalam penelitian ini diartikan sebagai salah satu bentuk usahatani campuran, bahwa dalam sebidang tanah tertentu ditanami dengan beberapa jenis tanaman, baik tanaman pangan (semusim), maupun tanaman tahunan (kayu-kayuan, perkebunan), terutama di lahan teTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk /pola agroforestri yang paling sesuai terutama dilihat dari aspek :f'inansial dengan tolok ukur pendapatan usahatani. Kecuali itu untuk mengetahui faktor-faktor pembatas yang dihadapi oleh petani dalam melaksanakan kegiatan usahataninya. Sebagai daerah penelitian, dipilih Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Seperti diketahui bahwa wilayah tersebut terletak di lereng Gunung Sumbing dengan tinggi tempat berkisar antara 800 m sampai dengan 1.400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah penelitian cukup tinggi, berbatasan dengan hutan lindung (Rutan Giyanti) milik Perhutani. Daerah tersebut dapat dikatakan sebagai penghasil sayur, beras jawa, tembakau, klembak dan kepi. i·-Jilayah penelitian ,dibagi menjadi 3 zone yaitu daerah Atas, meliputi desa-desa Gunungsari, Ngem- plak, Girimulyo, Dampit, Kalijoso dan Mangunsari. Hilayah ini berpenduduk seki tar 1. 32p KK, dengan pend·apatan per kapita per tahun rata-rata Rp 60.619,- Pola agro????orestri yang ditemui-antara lain berisi jenis-jenis tanaman sonokeling, albizia, lamtoro, mahoni, jagung, ubi kayu, sayuran, tembakau dan umbi-umbian lainnya. Uilayah Tengah meliputi desa-desa Tanjungsari, Pasangsari, Genito, Candisari, Kentengsari, Wonoroto. Jumlah penduduk meliputi 2.717 KK, dengan jumlah pendapatan per kapita per tahun adalah sebesar Rp 69.290,-. Pola agroforestri yang diusahalrnn meliputi jenis kayu-ks.yuan, jagung, ubi .kayu, padi gogo, kopi. ????-:ilayah Bawah meliputi desa-desa Kembangkuning, Balesari, Banjarsari, Bandar Sedayu, Semen, Uindusari, Umbulsari. Jumlah penduduk di wilayah ini adalah 3.122 Kepala ????eluarga. Pola agroforestri yang diusahakan' antara lain jenis• kayu-kayuan (sonokeling, albizia, mahoni), jagung, ubi kayu, padi gogo, cengkeh dan kopi. Fendapatan per kapita per tahun di wilayah ini meliputi jumlah Rp 73.870,-. Jumlah sampel pete.ni yang diambil adalah 30 orang sebagai pemilik, dan penggarap lahan tegal. Perubahan kombinasi atau jenis komoditi yang diusahakan pada pola usahatani agroforestri di sarnping dipengaruhi oleh faktor fisik (jenis tanah, iklim, topografi) juga sangat dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi petani. Terbatasnya lahan dan modal usahatani yang dimiliki sangat menentukan pilihan jenis komoditi yang diusahakan. Oleh sebab itu penelitian ini akan mencoba menganalisis pemanfaatan lahan yang optimal apabila petani dibantu dalam mengatasi kendala yang dihadapi. Pemanfaatan lahan dikatakan optimal apabila pada luas areal tertentu memberikan tingkat pendapatan tertinggi. Darnpak penelitian ini tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan secara operasional oleh petani, namun ada hal-hal yang dapat dipergunakan oleh pet????ni sebagai salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam mencapai nilai optimal tertentu. Luas kecamatan tlindusari meliputi• jumlah 61, 64 km2, dengan topografi bergelombang sampai berbukit-bukit, memiliki kemiringan antara 15 -40%. Tanah sebagian besar terdiri dari jenis latosol coklat tua., sebagi_an kecil jenis regosol coklat dan lithosol. Curah hujan setiap tahun culrup tinggi, sehingga wilayah tersebut memiliki tipe iklim agak basah sampai basah. Dari luas wilayah yang meliputi 6.163,99 Ha (????61,64 km2), dapat diperinci menjadi tanah sawah 1.765,27 Ha _(28,64%), tanah tegal meliputi 3.115,518 Ha (50,54%), pekarangan 517,31 · Ha (8,40%) dan tanah lain-lain meliputi 765,88 Ha (12,42%).
Kata Kunci : Agroforestry, Pemanfaatan Lahan,