ANALISIS PERKEMBANGAN TINGKAT PELADANGAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI RIAM KANAN KALIMANTAN SELATAN
Sunardi, Prof.Dr.Ir. Achmad Sumitro
1988 | Tesis | S2 Ilmu KehutananUsaha pemerintah untuk menghutankan kembali tanah kosong dan padang alang-alang di kawasan hutan lindung Daerah Aliran Sungai Riam Kanan telah dilakukan sejak tahun anggaran 1973/ 1974, yaitu denga.n reboisasi dan penghijauan. Di pihak lain, penduduk yang bermukim di kawasan tersebut melakukan peladangan berpindah-pindah yang setiap tahunnya menambah luas padang alang-alang di kawasan te????sebut. Peladangan berpindah-pindah ini baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi ke berhasilan reboisasi dan penghijauan yang dilakukan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat peladangan di kawasan DAS tersebut dan partisipasi me reka dalam kegiatan reboisasi dan penghijauan yang dila???? kukan oleh pemerintah. Kajian dilakukan terhadap akti vitas peladang, pengamatan ladang dan pola penggunaan laban yang lain serta peran serta mereka dalam program reboisasi dan penghijauan. Di kawasan Sub DAS Riam Kanan terdapat 11 desa yang kesemuanya berada di kawasan hutan lindung. Pengumpulan data dipusatkan pada dua desa contoh yang pemilihan nya didasarkan pada segi teknis dan keadaan desa itu sendiri, dimana kegiatan reboisasi dan penghijauan juga dilakukan di kedua desa tersebut. Inta kualitatif dan kuantitatif dihimpun dari responden yang berasal dari kedua desa contoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peladangan di Riam Kanan adalah peladangan yang semi permanen atau peladangan menetap dengan masa bera. Antara jumlah anggota keluarga dan jumlah tenaga kerja keluarga pe ladang mempunyai hubungan yang sangat nyata terhadap luas ladang yang dibuka. Sedangkan luas pemilikan ladang tidak mempunyai hubungan yang nyata terhadap masa bera dari ladang. Peran serta masyarakat khususnya peladang dalam kegiatan r@boisasi yang dilakukan oleh pemerintah masih sangat kurang.
Land rehabilitation and soil conservation on grass l&nd and other critical land on Riam Kanan catchment area has been done by goverment since 1973/ 1974, with re forestation and greenning projects. On the other hand, the people who live in that area to do shifting culti vation year by year and it cause enlarging grass land and critical land. Shifting cultivation done by the people who live surrounding plantation fields cause the damage of the trees planted. The objective of this research is to study the stage development of the shifting cultivation on that area and participation of cultivators on the reforest ation and greenning project. Social approach has been used to investigate the activities of shifting cultivators, their cultivated land and other land use pattern. There are 11 villages in Riam Kanan catchment area and all of these villages located on protection forest area. Data collected from two villages as sample. The two villages are close to reforestation and greenfuing pro ject and not too far with undisturb forest (protection forest). ????uantitative and qualitative data are collected from respondentsof the two villages. The results of this investigation showed that shif ting cultivation on Riam Kanan catchment area can be classified as a semi-uermanent cultivation or a stasionarycultivation with fallowing. Members of family and its labours are highly significant to the extend of cultivation land. Areas of home garden, wet rice field, garden, cultivated dry landand shifting cultivation land are no significantly related tothe length of fallow period. The degree of participation of the shifting cultivatmrs on the reforestation project is generally poor.
Kata Kunci : Peladangan, Daerah Aliran Sungai, Riam Kanan