Deteksi Gen Penyandi New Staphylococcal Enterotoxin pada Staphylococcus aureus Isolat Asal Manusia dan Hewan di Yogyakarta
ARSYA DZAKI FAIZTAMA, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANEnterotoxin dari S.aureus merupakan toksin yang berperan penting dalam kasus infeksi pada manusia dan hewan dan juga kasus keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi sepuluh gen new staphylococcal enterotoxin (sek, sel, sem, sen, seo, sep, seq, dan ser) dari S. aureus yang diisolasi dari isolat asal manusia dan hewan dengan metode multiplex Polymerase chain reaction (PCR). Dalam penelitian ini digunakan 20 isolat S.aureus yang diperoleh dari kasus infeksi manusia (10 isolat) dan sampel dari kasus infeksi hewan (10 isolat) di Yogyakarta. Semua isolat yang diperoleh telah dikonfirmasi merupakan S.aureus berdasarkan metode kultur bakteri dan sifat biokimia serta telah dilakukan identifikasi 23S rRNA. Gen yang paling banyak ditemukan pada isolat S.ureus asal hewan adalah gen sel (6 isolat, 60%), diikuti dengan gen sek (1 isolat, 10%), gen sep (1 isolat, 10%) dan gen ser (1 isolat, 10%). Pada isolat S.aureus asal manusia, gen yang paling banyak ditemukan adalah gen sel (3 isolat, 30%), diikuti dengan gen sek (1 isolat, 10%). Pada manusia dan hewan isolat S.ureus yang paling banyak ditemukan adalah gen sel. Deteksi gen new Staphylococcal Enterotoxin pada manusia dan hewan dapat mengindikasikan adanya ancaman terhadap kesehatan masyarakat dengan adanya infeksi Staphylococcal enterotoxin (SE). Munculnya gen new Staphylococcal enterotoxin ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk pengendalian kasus infeksi pada hewan dan manusia serta kasus keracunan makanan.
Staphylococcus aureus enterotoxins are essential in human and animal infection and food poisoning. This study analyzed ten genes (sek, sel, sem, sen, seo, sep, seq, ser, ses, set) from S. aureus isolated from humans and animals by multiplex Polymerase chain reaction (PCR). This study used 20 isolates of S. aureus isolates obtained from human infection cases (10 isolates) and samples from animal infection cases (10 isolates) in Yogyakarta, Indonesia. All isolates were confirmed to be S. aureus based on bacterial culture and biochemistry and identification of 23S rRNA. The sel gene was most often observed in Staphylococcus aureus isolates animals (6 isolates, 60%), followed by the sek gene (1 isolate, 10%), sep gene (1 isolate, 10%), and ser gene (1 isolate, 10%). S. aureus isolates from humans had the most sel gene (3 isolates, 30%), followed by sek gene (1 isolate, 10%). S. aureus isolates from humans and animals were most often found in the sel gene. Detecting a new type of SE among humans and animals indicates a public health threat due to SE infection. The occurrence of this new type of SE might be used as an approach for controlling infections and food poisoning diseases.
Kata Kunci : Staphylococcus aureus, Gen Enterotoxin, Multiplex PCR, Keracunan makanan