Pengaruh Penambahan Minyak Biji Ketumbar Pada Air Minum Terhadap Persentase Bobot Giblet,Pankreas,Limpa dan Lemak Abdominal Ayam Pedaging Jantan
IHDA SOLAHUDIN M M, drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D.
2023 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenggunaan minyak biji ketumbar pada penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap persentase bobot giblet, limpa, pankreas, dan lemak abdominal ayam pedaging. Minyak biji ketumbar yang digunakan adalah hasil dari nanoemulsi minyak biji ketumbar dengan teknologi nano (nanoteknologi) sehingga minyak biji ketumbar dapat larut dengan air. Penggunaan antibiotik growth promotor (AGP) sudah dibatasi penggunaannya, maka dilaksanakan penelitian dengan menggunakan minyak biji ketumbar sebagai fitobiotik pengganti AGP. Salah satu pengganti AGP yaitu fitobiotik. Fitobiotik yang digunakan saat penelitian yaitu minyak biji ketumbar. Organ dalam atau jeroan ayam broiler yang diteliti yaitu hati, jantung, gizzard, pankreas, limpa, dan lemak abdominal. Penelitian ini dilaksanakan dengan melibatkan 180 ekor day old chicks ayam pedaging jantan strain New Lohmann MB 202. Setiap ayam mendapatkan pakan yang sama dan dilakukan 5 perlakuan pada air minum sebagai berikut: air minum tanpa aditif pakan (kontrol negatif; KN), air minum + 50 mg/l antibiotik Tetracycline (kontrol positif; AT); air minum + 25 μl/l NBK (EK-1); air minum + 50 μl/l NBK (EK-2); dan air minum + 100 μl/l NBK (EK-3). Setiap perlakuan diberikan replikasi 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap pola searah. Data yang berbeda dari setiap perlakuan dianalisis menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan berdasar pada probabilitas kurang dari 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua perlakuan penambahan ekstrak biji ketumbar (EK1, EK2, EK3), perlakuan kontrol negative (KN), dan perlakuan penambahan antibiotik tetracyline (AT) tidak memberikan pengaruh yang nyata atau non-signifikan terhadap persentase bobot giblet (hati, jantung, gizzard), limpa, pancreas, dan lemak abdominal.
The use of coriander seed oil in this study aims to determine whether there is a significant effect on the percentage of giblet weight, spleen, pancreas, and abdominal fat of broilers. The use of antibiotic growth promoter (AGP) has been limited, so a study was carried out using coriander seed oil as a substitute for AGP. The internal organs or innards of broiler chickens studied were liver, heart, gizzard, pancreas, spleen and abdominal fat. This research was carried out involving 180 day old chicks of male broiler strain New Lohmann MB 202. Each chicken received the same feed and 5 treatments were carried out in drinking water as follows: drinking water without feed additives (negative control; KN), drinking water + 50 mg/l Tetracycline antibiotiks (positive control; AT), drinking water + 25 μl/ l NBK (EK-1), drinking water + 50 μl/l NBK (EK-2), or drinking water + 100 μl/l NBK (EK-3). Each treatment was given 4 times replication. The data obtained were analyzed using a one-way complete randomized design. Different data from each treatment were analyzed using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) method and based on a probability of less than 5%. The results showed that all treatments with the addition of coriander seed extract (EK1, EK2, EK3), negative control (KN), and treatment with the addition of tetracyline (AT) antibiotiks did not have a significant effect on the percentage of giblet weight (liver, heart, gizzard). spleen, pancreas, and abdominal fat.
Kata Kunci : Giblet, Minyak Biji Ketumbar, Persentase Bobot, Persentase Lemak Abdominal/ Giblet, Coriander Seed Oil, Weight Percentage, Abdominal Fat Percentage