Angka Mortalitas Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasien COVID-19 Terkonfirmasi di RSUP Dr Sardjito
NADA KHAIRUNNISA, dr. Vina Yanti Susanti, M.Sc, PhD, Sp.PD, K-EMD; dr. Mohammad Robikhul Ikhsan, Sp.PD, K-EMD., M.Kes.
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Di awal tahun 2020, wabah COVID-19 mulai menyebar ke 227 negara, termasuk Indonesia. Indonesia telah melaporkan kasus pertamanya pada tanggal 2 Maret 2020. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko yang meningkatkan mortalitas pada pasien COVID-19. Hal ini terjadi dikarenakan laki- laki cenderung memiliki perkembangan kasus yang lebih berat dibandingkan dengan wanita, berdasarkan klasifikasi klinis keparahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan faktor risiko terhadap kematian COVID-19 pada salah satu jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional berdasarkan rekam medis bulan Maret-Desember tahun 2020. Teknik pengambilan data menggunakan simple random sampling yaitu mengambil rekam medis secara acak menggunakan program Microsoft Excel dengan memasukkan nomer rekam medis untuk periode bulan Maret-Desember 2020 sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Uji Chi-Square dilakukan untuk melihat risiko mortalitas jenis kelamin terhadap COVID-19. Hasil: Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari 2023. Data yang diambil berupa rekam medis pasien yang dirawat di rawat inap RSUP Dr. Sardjito. Hasil berupa nilai p-value sebesar 0.515 (p>0.05), dimana tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan peningkatan faktor risiko mortalitas COVID-19. Dari 60 sampel, rerata usia pasien yang terinfeksi COVID-19 adalah 55,3 tahun. Pasien dengan kategori IMT lebih dari sama dengan 25 kg/m 2 (obese) memiliki faktor risiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19. Pasien dengan komorbiditas (hipertensi, diabetes, gangguan ginjal akut, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, dan PPOK) memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan meningkatnya mortalitas terhadap COVID-19 (p-value 0.515).
Background: In early 2020, the COVID-19 outbreak began to spread to 227 countries, including Indonesia. Indonesia has reported its first case on March 2, 2020. Gender is a risk factor that increases mortality in COVID-19 patients. This happens because men tend to have more severe developmental cases than women, based on the clinical classification of severity. Purpose: This study aims to prove the risk factors for COVID-19 death in one gender. Methods: This research is a cross-sectional study based on medical records for March-December 2020. The data collection technique used simple random sampling, namely taking medical records randomly using the Microsoft Excel program by entering medical record numbers for the period March-December 2020 according to the inclusion criteria and exclusion. The Chi-Square test was carried out to see the risk of gender mortality against COVID-19. Results: Data collection was carried out in January 2023. The data collected was in the form of medical records of patients who were hospitalized at RSUP Dr. Sardjito. The result is a p-value of 0.515 (p>0.05), where there is no relationship between gender and increased risk factors for COVID-19 mortality. Of the 60 samples, the average age of patients infected with COVID-19 was 55.3 years. Patients with BMI category more than equal to 25 kg/m2 (obese) have a higher risk factor for being infected with COVID-19. Patients with comorbidities (hypertension, diabetes, acute kidney disease, cardiovascular disease, chronic kidney disease, and COPD) have a higher risk of being infected with COVID-19. Conclusion: There is no relationship between gender and increased mortality from COVID-19 (p-value 0.515).
Kata Kunci : COVID-19, jenis kelamin, mortalitas, umur, IMT, komorbiditas