Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PENGGUNA NARKOBA DENGAN PERILAKU AGRESIF WARGA BINAAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN WIROGUNAN KELAS II A TAHUN 2021

NOVI UMAMI, dr. Yudha Nurhantari, Sp.F., Ph.D; Rusyad Adi Suriyanto, M.Hum

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Agresi kriminal seperti kekerasan dalam rumah tangga, pencurian, pembunuhan, kekerasan fisik dan atau seksual, dengan didukung faktor lain seperti ekonomi, kemiskinan, sosial dan budaya, gaya hidup, erat hubungannya dengan penyalahgunaan narkoba. Maraknya kriminal remaja yang menggunakan senjata tajam di kalangan pengendara sepeda motor di Yogyakarta, mendukung untuk mempelajari hubungan penyalahgunaan narkoba dan agresi. Kajian tersebut bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penyalahgunaan zat dengan perilaku agresif antara narapidana di Lapas Wirogunan Yogyakarta. Tujuan: Mengetahui proporsi pengguna narkoba, proporsi tindakan agresif, dan hubungan antara riwayat pengguna narkoba dan perilaku agresif pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II A Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang melibatkan 100 orang laki-laki narapidana peserta di Lapas Wirogunan Yogyakarta, yang telah disetujui oleh Komisi Etik FK-KMK Universitas Gadjah Mada. Setelah mendapat persetujuan dari warga binaan lapas yang menjadi partisipan, kami mengumpulkan data demografis, termasuk riwayat penyalahgunaan zat dan jenis data agresi dengan wawancara menggunakan daftar pertanyaan. Penelitian ini dilakukan selama pandemi, dengan kriteria inklusi yaitu warga binaan dengan riwayat pengguna narkoba dan sehat, serta mengecualikan peserta dengan ekstrim perilaku agresif yang dapat membahayakan orang lain. Skor dibuat dari jenis agresi xi menurut tingkat kerentanannya. Statistik analisis dihitung menggunakan uji Chi Square dan Pearson untuk mengetahui hubungan antara penyalahgunaan zat dan agresi. Hasil: Semua sampel adalah laki-laki, dengan 38 orang tidak melakukan penyalahgunaan zat dan 62 orang melakukannya. Usia sampel berkisar antara 19-78 tahun. Skor agresi tertinggi adalah pembunuhan, dan terendah adalah pemalsuan dokumen. Berdasarkan hasil perhitungan chi square adalah 0,0160 terindikasi perbedaan signifikan antara penyalahgunaan zat dan agresi, sedangkan berdasarkan uji Pearson menunjukkan terdapat korelasi namun lemah. Kesimpulan: Penyalahgunaan zat dapat meningkatkan perilaku agresif pada warga binaan Lembaga Permasyarakatan Wirogunan, namun memiliki korelasi yang lemah.

Background: Criminal aggression such as domestic violence, theft, murder, physical and or sexual violence, is one important factor links with substance abuse problem. Actually, it does not necessary that substance abuse alone will lead the aggression crime. There is a complex relation between them, and many factor such as economic, poverty, social and culture, lifestyle, relationship with other substance abuser. But when in case of substance abuser commit a crime, both factors are linked. The increase of aggression using sharp weapon among motor cyclist in Yogyakarta, lead us to study the relation of substance abuse and aggression. The study aimed to analyze the relation between substance abuse with aggressive behavior among the prisoner in Wirogunan prison Yogyakarta. Objective: Knowing the proportion of drug users, the proportion of aggressive actions, and the relationship between a history of drug users and aggressive behavior in inmates at the Class II A Wirogunan Penitentiary, Mergangsan District, Yogyakarta City, DI Yogyakarta Province. Methods: This study was a cross sectional study involving 100 male participants prisoner in Wirogunan Prison Yogyakarta. The ethical clearance of study was approved by ethical board of Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing. After getting informed-consent from the participant, we collected the demographic data, including the history of substance abuse and kind of aggression data by interview using questionnaire. The research was conducted during pandemic, so we only included healthy participants and excluded the participants with extreme aggressive behavior which may endanger the other. Scoring was xiii made from the aggression type according to the vulnerary level. Statistical analysis was calculated using Chi square and Pearson test to know the relation between substance abuse and the aggression. Results: All of the participant are male, with 40 participants have not history of substance abuse, and 60 have it. The age was range from 19-78 years old. The highest score of aggression was murder, and the lowest was document forgery. Chi square calculation results is 0,000412 indicated a significance difference between substance abuse and aggression. However, Pearson test calculation results is 0,280554, indicated a weak correlation. Conclusion: Substance abuse increased aggressive behavior, however, the prisoner in Wirogunan prison have a weak correlation between

Kata Kunci : Narkoba, perilaku agresif, warga binaan

  1. S1-2023-427182-abstract.pdf  
  2. S1-2023-427182-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-427182-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-427182-title.pdf