Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PAMBALAH BATUNG HULU SUNGAI UTARA

MUHAMMAD RIFQI AZMI, dr. Vina Yanti Susanti, M.Sc., Ph.D, Sp.PD., K-EMD; dr. Mohammad Robikhul Ikhsan, Sp.PD., K-EMD., M.Kes

2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar belakang: Tren penyakit di seluruh dunia mulai bergeser ke arah penyakit tidak menular, termasuk salah satunya diabetes melitus (DM). DM tipe 2, tipe DM yang paling banyak, terus meningkat prevalensinya di seluruh dunia, tidak terkecuali di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Indonesia. Prevalensi DM tipe 2 bervariasi pada setiap faktor risiko yang memengaruhinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Pambalah Batung Hulu Sungai Utara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien DM tipe 2 berusia 18-80 tahun yang berobat ke poliklinik penyakit dalam RSUD Pambalah Batung, Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 �¢ï¿½ï¿½ 2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non-probability sampling (consecutive sampling) dengan minimal sampel adalah 10% dari total populasi DM di Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu 377 sampel. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, trigliserida, tanda dan gejala, dan terapi yang diberikan. Hasil: 484 pasien DM tipe 2 dianalisis dari tahun 2019 sampai 2020. Rata-rata usia pasien 54.2���±9.5 tahun; paling banyak berusia 51-60 tahun. Mayoritas pasien perempuan (57.4%), memiliki kadar gula darah sewaktu, kolesterol total, dan trigliserida yang tidak terkontrol (94.8%). Hipertensi ditemukan pada 240 (49.6%) pasien; 25.2% pasien menderita hipertensi derajat 1. Tanda & gejala yang paling banyak dilaporkan adalah mual (22.1%), badan pegal (20.0%), badan lemas (19.6%), kesemutan (12.0%), dan badan lelah (10.3%); hanya satu gejala klasik yang ditemukan, yaitu poliuria (1.5%). 94.8% pasien mendapat terapi obat antidiabetes; 11.6% mendapat insulin. Obat antidiabetes yang terbanyak adalah glimepiride (58.7%) dan metformin (56.0%). Pasien yang menerima terapi kombinasi insulin dan obat antidiabetes sebanyak 31 (6.4%) pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan mayoritas pasien DM tipe 2 berusia paruh baya, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki komorbid yang tidak terkontrol.

Background: Disease trend worldwide started to shifting into non-communicable disease, including diabetes mellitus (DM). Prevalence of type 2 DM, the most common type of DM, keep increasing worldwide, including Hulu Sungai Utara regency, South Kalimantan, Indonesia. Type 2 DM prevalence vary in every of its risk factors. Objective: To describe the characteristics of type 2 diabetic population in internal medicine polyclinic, Pambalah Batung General Hospital. Method: This was descriptive study used secondary data from 18-80 age type 2 DM patients medical record who attended in internal medicine polyclinic, Pambalah Batung General Hospital, South Kalimantan in 2019-2020. This study used non-probability sampling method. Minimum sample size was 10% of total diabetic populations in Hulu Sungai Utara regency, that is 377 samples. Age, gender, blood pressure, random blood glucose, total cholesterol, triglyceride, sign & symptoms, and given therapy were analysed. Result: 484 type 2 DM patients analysed from 2019 to 2020. The average age of participants was 54.2���±9.5 years; mostly were 51-60 years. Majority of patients were females (57.4%), had uncontrolled level of random blood glucose, total cholesterol, and triglyceride (94.8%). Hypertension found in 240 (49.6%) patients; 25.2% patients had grade 1 hypertension. The most reported sign and symptoms were nausea (22.1%), muscle aches (20.0%), weakness (19.6%), tingling (12.0%), and fatigue (10.3%); there was only one classical sign found, polyuria (1.5%). 94.8% patients had antidiabetic drugs; 11.6% had insulin. The most antidiabetic drugs were glimepiride (58.7%) and metformin (56.0%). 31 (6.4%) patients had combination therapy of insulin and antidiabetic drugs. Conclusion: This study identified majority of type 2 DM patients were in the middle age, female, and had uncontrolled comorbidities.

Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, karakteristik, deskriptif, data sekunder, hipertensi