Hubungan Status Besi dengan Pola Menstruasi pada Remaja Putri di Sleman, Yogyakarta
PRAMARDETTA A. M., Dr. dr. Tri Ratnaningsih, Sp.PK(K).,M.Kes; dr. Nur Imma Fatimah Harahap, Ph.D
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Masa remaja (usia 10 hingga 19 tahun) merupakan fase peralihan antara anak-anak ke dewasa dan memiliki resiko terjadinya defisiensi besi karena terjadi ekspansi yang pesat dari volume darah dan massa otot, yang menyebabkan kebutuhan akan besi ikut meningkat. Pada remaja putri, menstruasi turut berperan menjadi faktor resiko defisiensi besi, demikian pula sebaliknya, defisiensi besi yang berat dan berkepanjangan dapat memengaruhi pola menstruasi pada remaja putri. Prevalensi anemia dan defisiensi besi pada remaja berusia 12 hingga 18 tahun di Indonesia secara berurutan masih mencapai 57,9% dan 14,1%-18,4%, dengan rata-rata nasional defisiensi besi sebesar 15%. Tujuan: Mengetahui hubungan status besi dengan pola menstruasi pada remaja putri berusia 10 hingga 19 tahun di Sleman, Yogyakarta Metode: Penelitian observasional dengan desain studi potong lintang. Sejumlah 481 Subjek diambil dari data skrining Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terhadap remaja putri di Kabupaten Sleman tahun 2018 dan 2021 yang terdiri 325 remaja putri dengan status besi normal dan 156 remaja putri dengan defisiensi besi. Analisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan perhitungan prevalence ratio (PR) digunakan untuk menentukan hubungan antara status besi dengan pola menstruasi. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara defisiensi besi dengan panjang siklus (PR=1,12; CI 95%=0,86-1,61; p=0,314), durasi perdarahan (PR=1,39; CI 95%=0,72-2,07; p=0,119), maupun volume darah (PR=0,77; CI 95%=0,33-1,77; p=0,529) menstruasi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara ADB dengan panjang siklus (PR=1,22; CI 95%=0,90-1,65; p=0,205), durasi perdarahan (PR=1,12; CI 95%=0,72-1,74; p=0,629), maupun volume darah (PR=1,25; CI 95%=0,64-2,42; p=0,517) menstruasi. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status besi dengan panjang siklus, durasi perdarahan, maupun volume darah menstruasi pada remaja putri.
Background: Adolescence (age 10 to 19 years) is a transitional phase between children and adults and is at risk for iron deficiency due to the rapid expansion of blood volume and muscle mass, which causes the need for iron to increase. In female adolescents, menstruation also plays a role as a risk factor for iron deficiency, vice versa, severe and prolonged iron deficiency can affect menstrual patterns in fertile female adolescents. The prevalence of anemia and iron deficiency among adolescents aged 12 to 18 years in Indonesia still reaches 57.9% and 14.1%-18.4% respectively, with a 15% national average of iron deficiency. Objective: Determine the relationship between iron status and menstrual patterns in female adolescents aged 10 to 19 years in Sleman, Yogyakarta Methods: Observational study with a cross-sectional study design. A total of 481 subjects were taken from the Sleman District Health Office's screening data for female adolescents in Sleman District in year 2018 and 2021, consisting of 325 female adolescents with normal iron status and 156 female adolescents with iron deficiency. Data analysis using chi-square test with a significance level of 0.05 and prevalence ratio (PR) calculation was performed to determine the relationship between iron status and menstrual patterns. Results: There was no statistically significant relationship between iron deficiency and cycle length (PR=1,12; 95% CI=0,86-1,61; p=0,314), period duration (PR=1,39; 95% CI 95%=0,72-2,07; p=0,119), as well as menstrual blood volume (PR=0,77; 95% CI=0,33-1,77; p=0,529). There was no statistically significant relationship between IDA and cycle length (PR=1,22; 95% CI=0,90-1,65; p=0,205), period duration (PR=1,12; 95% CI=0,72-1,74; p=0,629), as well as menstrual blood volume (PR=1,25; 95% CI=0,64-2,42; p=0,517). Conclusion: There was no significant relationship between iron status and cycle length, period length, or menstrual blood volume among female adolescents.
Kata Kunci : Status Besi, Defisiensi Besi, Hemoglobin (Hb), Remaja Putri, Menstruasi, Feritin