Mengungsi di Negeri Sendiri: Urban Commoning dalam Gerakan Squatting Ruang Sosial Otonom (RSO) Bethlehem di Salatiga
RENDY M Y, Dr. Amalinda Savirani, S.IP., M.A.,Ph.D
2023 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANMasyarakat miskin kota dan tunawisma adalah kelompok yang sering diabaikan dalam pemenuhan hak atas hunian di wilayah perkotaan di Indonesia. Hal tersebut diperparah dengan kerentanan akan krisis perumahan dan meningkatnya kemiskinan pasca pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini menggali fenomena perebutan ruang di Kota Salatiga yang dilakukan Ruang Sosial Otonom (RSO) Bethlehem, sebuah kolektif anarkis dan tunawisma dalam upayanya mengakses tempat tinggal dengan melakukan squatting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk membedah dinamika gerakan pendudukan yang mewujudkan imajinasi alternatif dan reproduksi ruang dengan kerangka kajian urban commoning. Penelitian ini dilakukan antara Januari-Juni 2020, saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSO Bethlehem berhasil membaca ulang hak atas kota (right to the city), melalui pengelolaan gerakan sosial yang kontributif dengan mengandalkan prinsip kolektif dan otonom dalam memperjuangkan kepentingan tunawisma melalui squatting, sebuah tindakan yang dianggap ilegal di Indonesia.
In Indonesia, the urban poor and the homeless are often neglected in terms of their entitlement to housing in urban areas. After the COVID-19 pandemic in Indonesia, vulnerability to the housing crisis and rising poverty exacerbate the issue. This study examines the phenomenon of the struggle for space in Salatiga, waged by the Bethlehem Autonomous Social Space (RSO), an anarchist and homeless collective, in its efforts to gain access to accommodation by squatting. This study employs a qualitative approach and the case study method to examine the dynamics of the occupation movement, which embodies alternative conceptions and spatial reproduction, within the context of urban commoning studies. The results of this study show that RSO Bethlehem succeeded in redefining the right to the city through managing social movements that are contributive by relying on collective and autonomous principles in fighting for the rights of the homeless through squatting, which is prohibited in Indonesia.
Kata Kunci : urban commoning; squatting; reproduksi ruang; hunian.