Laporkan Masalah

Kemampuan Pembentukan Trubusan pada Hasil Girdling Jenis Eucalyptus Terseleksi Penghasil Minyak Atsiri di KHDTK Wanagama

WEGIG KULLUSYAHI, Dr. Ir. Yeni Widyana N.R., S.Hut., M.Sc.; Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc., IPM.

2023 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Eucalyptus spp. merupakan salah satu spesies yang banyak dimanfaatkan dalam industri kehutanan Indonesia, baik pemanfaatan kayu untuk industri serta minyak atsiri untuk bahan baku obat dan diffuser semenjak pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan meningkatnya permintaan kebutuhan bibit Eucalyptus. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan yang mendukung strategi pemuliaan, salah satunya dengan menemukan metode terbaik untuk pembiakan vegetatif. Sebagai langkah awal, perlu diketahui kemampuan pembentukan trubusan (sprouting ability) hasil girdling pada spesies Eucalyptus yang terseleksi sebagai penghasil minyak atsiri. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu E. tereticornis, E. deglupta, E. urophylla, E. brassiana, dan E. citriodora umur 37 tahun di Petak 17 KHDTK Wanagama. Girdling dilakukan pada masing-masing 10 pohon induk dari kelima spesies tersebut, kemudian diukur: (1) Persentase individu pohon yang berhasil membentuk trubusan pasca girdling; dan (2) Jumlah dan ukuran (panjang dan diameter) trubusan, serta jumlah daun yang terbentuk. Pengukuran dilakukan saat trubusan berumur empat bulan pasca girdling, pada pohon yang berhasil membentuk trubusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E. urophylla, E. brassiana, dan E. teretricornis menghasilkan survival girdling tertinggi (100%), diikuti oleh E. deglupta (60%), sedangkan yang terendah adalah E. citriodora yang tidak berhasil membentuk trubusan (0%). Jumlah trubusan terbanyak dihasilkan E. teretricornis sedangkan E. deglupta menghasilkan jumlah paling sedikit. Panjang trubusan tertinggi dan jumlah daun terbanyak dihasilkan oleh E. brassiana, sedangkan panjang terendah dan jumlah daun paling sedikit dihasilkan oleh E. deglupta. Diameter trubusan terbesar dihasilkan E. deglupta, sedangkan diameter terkecil dihasilkan oleh E. teretricornis. Dari semua parameter kemampuan pembentukan trubusan, jenis yang paling berpotensi adalah jenis E. brassiana, diikuti jenis E. teretricornis, E. urophylla, dan E. deglupta.

Eucalyptus spp. is widely used in Indonesian forestry industry, both for its wood and essential oils. This causes an increase in demand for Eucalyptus seeds. Therefore, it is necessary to conduct activities which support its improvement strategy, e.g by finding the best method for vegetative propagation. One of the first step is assessing the sprouting ability of the Eucalyptus species selected for essential oil producers. The materials used in this study were E. tereticornis, E. deglupta, E. urophylla, E. brassiana, and E. citriodora planted in Compartment 17 of KHDTK Wanagama. Girdling was carried out on each of 10 trees for the five species, in which the following parameters were measured: (1) The percentage of individual trees that succeeded in producing shoots after girdling; and (2) the number and size (length and diameter) of shoots, and the new leaves formed. Measurements were done four months after shoots emerged from the girdlings. Research showed that E. urophylla, E. brassiana, and E. teretricornis have produced the highest girdling survival (100%), followed by E. deglupta (60%), while E. citriodora failed to produce shoots (0%). The highest number of shoots was produced by E. teretricornis while the fewest was produced by E. deglupta. The longest shoot and the highest number of leaves were produced by E. brassiana, while the shortest shoot and the fewest number of leaves were produced by E. deglupta. The largest stem diameter was produced by E. deglupta, while the smallest one was produced by E. teretricornis. From the all parameters of sprouting ability, the species with the most potential was E. brassiana, followed by E. teretricornis, E. urophylla, and E. deglupta.

Kata Kunci : Eucalyptus spp., essential oil, girdling, tree improvement, shoots, sprouting ability

  1. S1-2023-414570-abstract.pdf  
  2. S1-2023-414570-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-414570-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-414570-title.pdf