Analisis peranan jalur pinjaman Bank pada mekanisme transmisi kebijakan moneter di Indonesia
FIKRI, Aula Ahmad Hafidh Saiful, Prof.Dr. Insukindro, MA
2003 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanPenelitian ini menganalisis mengenai peranan jalur pinjaman bank pada mekanisme transmisi kebijakan moneter di Indonesia. Penelitian dibagi menjadi dua blok: blok moneter dan blok riil. Pembagian dimaksudkan untuk mengetahui manakah yang lebih dominan dalam mekanisme transmisinya. Disamping pada sisi kewajiban bank yang selama ini banyak diteliti, analisis juga ditujukan pada sisi aktiva perbankan. Penelitian menggunakan data sekunder. Spesifikasi model dan alat analisis yang digunakan sebagai dasar penelitian ini meliputi VAR untuk data agregat. Untuk memperoleh spesifikasi yang lebih baik, analisis juga dilakukan dengan menggunakan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme transmisi melalui jalur pinjaman bank dipengaruhi oleh sisi permintaan yang diwakili oleh variabel total pinjaman. Hasil tersebut tidak sesuai dengan teori, di mana instrumen kebijakan moneter (suku bunga SBI) dapat digunakan untuk mempengaruhi sektor riil melalui sektor perbankan dalam penyesuaian penawaran pinjaman. Dalam analisis responsi terhadap inovasi, semua variabel yang diteliti membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 tahun untuk kembali kepada keseimbangan semula setelah kejutan kebijakan moneter. Demikian juga pada sektor riil, kejutan pinjaman disesuaikan secara lambat. Dalam analisis data panel, bank besar dipengaruhi oleh SBI tetapi masih dapat menawarkan pinjaman, sedangkan bank kecil, penawaran pinjaman turun karena deposito merupakan sumber pendanaan utama. Perusahaan tergantung bank akan turun pinjamannya ketika ada kenaikan suku bunga SBI, sebaliknya untuk perusahaan tidak tergantung bank.
This research aim to analyze about the role of bank lending cha nnel on transmission mechanism of monetary policy in Indonesia. The research separated into two blocks: monetary block and real block. Separation is aimed to identifying which more dominate in the transmission mechanism. So far the research had been done at liabilities side, but in this papers tried to analyze at assets side of banking. This research use secondary data. Spesification of models and analysis tools used as the base in this research involve VAR for agregate data. To reach better spesification, analysis have done using panel data. The empirical result show that transmission mecha nism through bank lending channel is influence by demand side that represent by total lending variable. These result not suitable with the theory, where monetary policy instruments (SBI interest rate) can be used to influence real sector through banking sector in adjustment proses of lending supply. Analysis of impulse response show that all variables that analyze need the long time about two years to back the first equilibrium after monetary policy shocks. Real sector had the similar result, lending shocks adjusted slowly. Panel data analysis show that big bank influenced by SBI but still supply of fund, likewise little bank declining the lending activity becaus e depostis are the main sources of fund. Bank-dependent firm will decline his bank debt when SBI interest rate rise, likewise for non bankdependent firm.
Kata Kunci : Kebijakan Moneter,Indonesia,Jalur Pinjaman Bank, Transmission Mechanism, Bank Lending Channel, Impulse Response, bank-dependent, non bank-dependent