Hubungan Terapi Risperidon dengan Kejadian Hiperkolesterolemia pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta
RAHMA AQISFI NOVYANI, apt. Woro Harjaningsih, Sp. FRS.
2023 | Skripsi | S1 FARMASISkizofrenia adalah gangguan kesehatan mental kronis dan kompleks yang ditandai dengan serangkaian gejala diantaranya delusi, halusinasi, ketidakteraturan ucapan dan perilaku, dan gangguan kognitif. Risperidon merupakan salah satu antipsikotik generasi kedua yang sering digunakan sebagai terapi pada skizofrenia. Secara teori, risperidon dapat menyebabkan berbagai efek samping sindrom metabolik, salah satunya adalah hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terapi risperidon dengan kejadian hiperkolesterolemia pada pasien skizofrenia rawat jalan di RS Jiwa Grhasia Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada pasien skizofrenia rawat jalan di RS Jiwa Grhasia Yogyakarta yang mendapatkan terapi risperidon minimal 3 bulan terakhir. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengumpulan data rekam medis, wawancara, dan pemeriksaan kadar kolesterol total. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui karakteristik pasien, karakteristik penyakit, dan pola terapi risperidone, serta analisis secara statistik dengan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui hubungan antara setiap variabel dengan kejadian hiperkolesterolemia. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 97 pasien. Subjek laki-laki 58 pasien, perempuan 39 pasien, dan didominasi usia 18-45 tahun. Analisis data yang dilakukan pada 97 pasien yang menggunakan risperidon menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara regimen risperidon (p=0,561), dosis risperidon (p=0,826), dan lama terapi risperidon (p=0,782) dengan kejadian hiperkolesterolemia.
Schizophrenia is a chronic and complex mental health disorder characterized by a series of symptoms including delusions, hallucinations, disorganized speech and behavior, and cognitive impairment. Risperidone is a second generation antipsychotic that is often used as a therapy for schizophrenia. In theory, risperidone can cause various side effects of metabolic syndrome, one of which is hypercholesterolemia. This study aims to determine the relationship between risperidone therapy and the incidence of hypercholesterolemia in schizophrenic outpatients at Grhasia Mental Hospital, Yogyakarta. This study was a cross-sectional study on outpatient schizophrenia patients at Grhasia Mental Hospital Yogyakarta who had received risperidone therapy for at least the last 3 months. Sampling was done by accidental sampling method. The research was conducted by collecting medical record data, interviews, and checking total cholesterol levels. Data analysis was carried out descriptively to determine patient characteristics, disease characteristics, and risperidone therapy patterns, as well as statistical analysis using the Chi-Square test with a 95% confidence level to determine the relationship between each variable and the incidence of hypercholesterolemia. The number of subjects in this study were 97 patients. Subjects were 58 male patients, 39 female patients, and dominated by 18-45 years of age. Data analysis conducted on 97 patients using risperidone showed that there was no significant relationship between risperidone regimen (p=0.561), risperidone dose (p=0.826), and duration of risperidone therapy (p=0.782) and the incidence of hypercholesterolemia.
Kata Kunci : skizofrenia, risperidon, hiperkolesterolemia