Praktik- Praktik Peran Gender dari Buruh Perempuan di Seputar Fenomena"Pamong Praja" di Wilayah Industri Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah
LINGGA GAYUH KINARA, Milda Longgeita Br. Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D.
2023 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANBahasan mengenai gender masih menjadi pembahasan strategis baik di ranah sosial maupun akademik. Penelitian ini berbicara tentang praktik peran gender buruh perempuan dan suaminya di mana mereka mengalami apa yang disebut dengan fenomena "Pamong Praja". Di Purbalingga, sebagian masyarakat justru mempraktikkan langsung peran-peran gender yang tidak lagi bergantung pada identitas seksualnya, seperti pergeseran gender antara buruh perempuan dan suaminya di mana istri menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Untuk membahas persoalan tersebut, penelitian ini akan mengkaji isu secara lebih mendalam melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tentang bagaimana praktik dan relasi gender buruh perempuan dan suaminya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik/ pengalaman sehari-hari buruh perempuan dan suaminya kaitannya dengan peran gender. Dalam menjawabnya, teorisasi gender akan digunakan dalam prinsip dasar analisis di mana ini membahas mengenai bagaimana konstruksi masyarakat terhadap gender hingga hadirnya gender ketiga sebagai bukti bahwa gender bukalah sesuatu yang fixed. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua belas orang dengan dua kategori, yaitu informan utama dan informan pendukung. Terdapat perbedaan latar belakang dari setiap informan mulai dari lama bekerja, umur, hingga divisi/bagian kerja demi optimalisasi variasi data dan akumulasi perspektif yang terbuka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Setelah data didapatkan kemudian peneliti menarasikannya sesuai prosedur ilmiah sehingga menghasilkan temuan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik deskriptif dengan mengidentifikasi pola atau menemukan tema melalui data yang telah didapatkan. Ditemukan bahwa 1) Keputusan istri untuk bekerja menimbulkan konsekuensi dalam kehidupan keluarga. Selain mengalami peningkatan ekonomi atau pendapatan keluarga, sebagian keluarga buruh perempuan di Purbalingga mengalami pergeseran peran gender yang menunjukkan peran gender bukan merupakan sesuatu yang mutlak seperti yang oleh dikonstruksikan masyarakat. Namun, pergeseran peran yang terjadi tidak bersifat mutlak, beban ganda perempuan masih menjadi gradasi yang tipis dari adanya fenomena �Pamong Praja�. 2) Sama halnya dengan peran gender, meskipun tidak mutlak relasi gender juga ikut bergeser. Relasi Relasi antara informan buruh perempuan dengan pasangannya dalam pengelolaan keuangan berlangsung dalam bentuk istri mendominasi dalam pengelolaan keuangan. Sementara dalam hal pengambilan keputusan sebagian keluarga melakukannya secara-bersama sama sedangkan pada sebagian keluarga lainnya suami masih tetap memiliki peran utama dalam keputusan keluarga.
Discussion of gender is still a strategic discussion both in the social and academic realms. This research talks about the gender role practices of women workers and their husbands where they experience what is called the "Pamong Praja" phenomenon. In Purbalingga, some people directly practice gender roles that are no longer dependent on their sexual identity, such as the gender shift between women workers and their husbands where the wife becomes the main breadwinner in the family. To address this issue, this study will examine the issue in more depth through a qualitative method with a case study approach on how the gender relations and practices of women workers and their husbands are. The purpose of this study is to describe the daily practices/experiences of women workers and their husbands in relation to gender roles. In answering this, gender theorization will be used in the basic principles of analysis where it discusses how society constructs gender until the presence of a third gender as proof that gender is not something that is fixed. The informants in this study totalled twelve people with two categories, namely the main informants and supporting informants. There are differences in the background of each informant starting from length of work, age, to work division/department for the sake of optimizing data variations and accumulation of open perspectives. Data collection was carried out using interviews, observation, literature studies, and documentation techniques. After the data is obtained, the researcher narrates it according to scientific procedures so as to produce findings. Data analysis in this study uses descriptive thematic analysis by identifying patterns or finding themes through the data that has been obtained. It was found that 1) The wife's decision to work has consequences in family life. In addition to experiencing an increase in the economy or family income, some families of female workers in Purbalingga have experienced a shift in gender roles which shows that gender roles are not something that is fixed as constructed by society. However, the shift in roles that occurs is not absolute, the double burden of women is still a thin gradation from the existence of the "Pamong Praja" phenomenon. 2) It's the same with gender roles, although not absolutely gender relations have also shifted. The relationship between female labour informants and their partners in financial management takes place in the form of wives dominating financial management. Meanwhile, in terms of decision making, some families do it together, while in some other families, the husband still has a major role in family decisions.
Kata Kunci : Gender, Peran Gender, Buruh Perempuan