Laporkan Masalah

Kajian Kualitas Air dan Produktivitas Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo

ANGELA SETYO WULAN S, Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P.

2023 | Skripsi | S1 AKUAKULTUR

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan produktivitas udang vaname (Litopenaeus vannamei Boone, 1931) pada tambak intensif di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan melalui pengambilan data primer dan menganalisis data sekunder dari tambak A, B, dan C selama 10 siklus dari tahun 2019 hingga 2022. Ukuran tambak yang diamati adalah tambak A 800 m2, tambak B 1200 m2, tambak C 1400 m2, dengan kedalaman air 100 cm, dan dilapisi dengan plastik mulsa. Data yang diamati pada penelitian ini meliputi teknik budidaya udang yang diterapkan pada lokasi penelitian, data kualitas air, dan data produktivitas tambak udang. Data yang diperoleh pada penelitian untuk analisis secara deskriptif disampaikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata (kisaran) salinitas 15 (12-21 ppt), amonia 0,003 (0,000-0,037 mg/L), kesadahan total 3.175 (2.528-4.941 mg/L), alkalinitas 83 (75-106 mg/L), pH 8,0 (7,4-8,4) dan suhu 30,3°C (29,3-31,7°C) termasuk pada kisaran yang optimal untuk kehidupan udang vaname, sedangkan untuk bahan organik total 119 (54-205 mg/L), oksigen terlarut 2,64 mg/L (2,7-2,8 mg/L), dan nitrit 0,47 mg/L (0,05-1,12 mg/L) termasuk kurang sesuai standar optimal untuk budidaya udang vaname. Sintasan yang diamati termasuk dalam kategori baik sebesar 81 (63-104%) sedangkan untuk nisbah konversi pakan 1,54 (1,35-1,93) termasuk kurang efektif untuk pertumbuhan udang dan produktivitas udang 8.831 kg/ha (3.828-14.652 kg/ha) pada ketiga tambak masih berada di bawah target untuk budidaya intensif. Tambak A menghasilkan produksi paling tinggi yang didukung oleh kesesuaian kualitas perairan, jumlah pakan yang digunakan lebih rendah dan sintasan selama pemeliharaan tinggi.

This research aims to determine the water quality and productivity of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei Boone, 1931) in intensive ponds in Keburuhan Village, Ngombol District, Purworejo Regency. The research was conducted by collecting primary data and analyzed secondary data from ponds A, B, and C for 10 culture period from 2019-2022. The observed pond sizes were pond A 800 m2, pond B 1200 m2, pond C 1400 m2, with a water of depth of 100 cm, and covered with plastic mulch. The data observed in this research included shrimp farming techniques, water quality data, and shrimp pond productivity data. The data obtained in this research for descriptive analysis were presented in the form of tables and graphs. The results indicate that the average (range) of salinity was 15 (12-21 ppt), ammonia was 0.003 (0.000-0.037 mg/L), total hardness was 3.175 (2.528-4.941 mg/L), alkalinity was 83 (75-106 mg/L). L), pH 8.0 (7.4-8.4) and temperature 30.3°C (29.3-31.7°C) were included in the optimal range for vannamei shrimp life, while for total organic matter 119 (54-205 mg/L), dissolved oxygen 2.64 mg/L (2.7-2.8 mg/L), and nitrite 0.47 mg/L (0.05-1.12 mg/L) were still below the optimal standards. The observed survival rates were in the good category of 81 (63-104%) while the feed conversion ratio was 1.54 (1.35-1.93) including less effective for shrimp growth and shrimp productivity 8,831 kg/ha (3,828-14,652 kg /ha) for 3 ponds were still below the target for intensive cultivation. Pond A produces the highest production which was supported by the suitability of water quality, the amount of feed used was lower and the survival rate during cultivation was high.

Kata Kunci : intensive ponds, pacific white shrimp, productivity, water quality