PENGARUH KARAKTERISTIK PETERNAK TERHADAP TINGKAT PENERAPAN BIOSEKURITI PADA PETERNAK SAPI POTONG
ERWINDA LATIFAH H, Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.
2023 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenyakit mulut dan kuku (PMK) sedang mewabah di Indonesia. Salah satu cara untuk mencegah penyakit adalah dengan melakukan biosekuriti. Penerapan biosekuriti dapat dipengaruhi oleh karakteristik peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan biosekuriti yang dilakukan oleh peternak sapi potong, mengidentifikasi perbedaan penerapan biosekuriti yang dilakukan oleh peternak sapi potong, serta menganalisis pengaruh karakteristik peternak sapi potong terhadap penerapan biosekuriti yang telah dilakukan. Responden dalam penelitian ini adalah 151 peternak sapi potong. Uji yang dilakukan yaitu uji beda menggunakan uji ANOVA dan uji pengaruh menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan biosekuriti yang dilakukan oleh peternak termasuk dalam kategori tinggi. Karakteristik peternak berupa lama pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga memiliki perbedaan yang signifikan dalam menerapkan biosekuriti. Karakteristik peternak seperti lama pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga terbukti berpengaruh terhadap tingkat penerapan biosekuriti yang dilakukan oleh peternak sapi potong. Pendidikan yang semakin tinggi akan meningkatkan peternak sapi potong dalam menerapkan biosekuriti. Jumlah tanggungan keluarga yang semakin banyak akan menurunkan peternak sapi potong dalam menerapkan biosekuriti.
Foot and mouth disease (FMD) is endemic in Indonesia. One way to prevent disease is to carry out biosecurity. The implementation of biosecurity can be influenced by the characteristics of the farmer. This study aims to identify the implementation of biosecurity carried out by beef cattle farmers, identify differences in the characteristics of beef cattle farmers on the implementation of biosecurity, and analyze the effect of the characteristics of beef cattle farmers on the implementation of biosecurity that has been carried out. Respondents in this study were 151 beef cattle farmers. The tests carried out were different tests using the Kruskall Wallis test and effect tests using multiple linear regression analysis. The results showed that the level of biosecurity implemented by farmers was in the high category. Characteristics of farmers like education and number of family dependents have significant differences in implementing biosecurity. Farmer characteristics such as length of education and number of family dependents have proven to effect the level of biosecurity implemented by beef cattle farmers. Education will improve beef cattle farmers in implementing biosecurity. The increasing number of family dependents will reduce beef cattle farmers in implementing biosecurity.
Kata Kunci : biosekuriti, isolasi, karakteristik peternak, kontrol lalu lintas, sanitasi