STUDI STATUS HARA PADA HUTAN TANAMAN INDUSTRI JENIS Acacia mangium Willd. DALAM BERBAGAI TINGKATAN UMUR DI PT. MUSI HUTAN PERSADA, SUMATERA SELATAN
Edy Subagyo, Dr.Ir. Suryo Hardiwinoto
1994 | Tesis | S2 Ilmu KehutananSalah satu dampak konversi butan alam menjadi hutan tanaman adalah pemutusan rangkaian siklus hara tertutup. Dengan terputusnya siklus hara tersebut masukan hara melalui bahan organik menjadi terbatas baik jumlah maupun keragamannya. Di samping itu keberadaan bahan organik ini peka terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Pembangunan hutan tanaman memungkinkan terjadinya erosi yang lebih besar baik berupa erosi percikan karena air hujan maupun erosi yang terjadi karena aliran permukaan yang menyebabkan keluarnya hara dari lingkungan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kandungan kimia tanah pada berbagai umur tegakan dan kelerengan serta menelaah hubungan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diteliti juga produksi seresah dan kandungan haranya yang merupakan sumber bahan organik tanah serta besarnya aliran permukaan dan kandungan unsur hara yang terangkut. Dengan menggunakan percobaan split-plot dalam acak lengkap berblok dilakukan pengujian umur tegakan dan kelerengan terhadap produksi rancangan pengaruh seresah dan kandungan unsur haranya, aliran permukaan dan kandungan unsur haranya. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui hubungan perubahan kandungan unsur hara tanah terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya selama penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi seresah meningkat pada tegakan yang lebih tua. Kandungan hara seresah A. mangium selama penelitian tiap ha/bulan yaitu 0,10 kg N; 0,02 kg P; 0,03 kg K; 0,03 kg Ca; 0,01 kg Hg di bawah tegakan umur 1 tahun dan 0,76 kg N; 0,08 kg P; 0,48 kg K; 0,16 kg Ca; 0,04 kg Hg di bawah tegakan umur 2 tahun serta 1,61 kg N; 0,24 kg P; 0,64 kg K; 0,33 kg Ca; 0,08 kg Hg di bawah tegakan umur 3 tahun. Aliran permukaan semakin kecil pada tegakan yang lebih tua dan pada kelerengan yang lebih kecil. Keluarnya hara yang terangkut per ha setiap bulan selama penelitian adalah 1,08 kg N; 0,91 kg P; 0,39 kg K; 0,06 kg Ca dan 0,017 kg Mg di bawah tegakan umur 1 tahun, sebesar 0,50 kg N; 0,57 kg P; 0,18 kg K; 0,04 kg Ca dan 0,006 kg Mg di bawah tegakan umur 2 tahun, serta 0,44 kg N; 0,39 kg P; 0,16 kg K; 0,03 kg Ca dan 0,008 kg Mg di bawah tegakan umur 3 tahun. Pengurangan unsur hara tanah sebagian besar terjadi pada tegakan umur 1 tahun, P tersedia merupakan unsur hara yang perlu diperhatikan karena kandungannya semakin menurun. Faktor-faktor yang memberi pengaruh terhadap perubahan unsur hara adalah kelerengan (K), umur tegakan (X1 ), Diameter tanaman (X2), tinggi tanaman (X3 ), jumlah pohon (X4 ), jumlah batang (X5), tinggi batang bebas cabang mati (X6 ) dan seresah cabang (X8 )
Kata Kunci : Hutan Tanaman Industri,Acacia Mangium Willd,Pembangunan HTI,Status Hara HTI,Seresah Acacia Mangium Willd,Kompos,Ilmu Kehutanan