Pemberdayaan Masyarakat Pada Pariwisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Di Wilayah (Studi Kasus Di Pantai Baru Di Wilayah Koramil 0729-17/Srandakan)
I NYOMAN SATRIADI A, Dr. Saryani, M.Si;Dr. Ir. Muhammad, ST, M.T., IPU
2023 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALTesis ini mengkaji tentang pemberdayaan masyarakat pada pariwisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan ketahanan sosial budaya (Studi kasus di Pantai Baru di wilayah Koramil 0729-17/Srandakan). Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat pada pariwisata berbasis masyarakat di wisata Pantai Baru yang dilaksanakan Koramil 0729-17/Srandakan, serta mengindetifikasi apa kendala yang dialaminya, dan mengetahui implikasi sosial budaya pada pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat di wisata Pantai Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lokasi penelitian di Pantai Baru. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumen. Informan penelitian ini terdiri dari Kadis Pariwisata Kabupaten Bantul, Kapanewon Srandakan, Koramil 0729-17/Srandakan, Ketua Pokdarwis Pantai Baru, masyarakat yang terlibat usaha di Pantai Baru, dan wisatawan Pantai Baru. Langkah penelitian dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian terkait pemberdayaan masyarakat pada pariwisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan ketahanan sosial budaya di wisata Pantai Baru yang dilaksanakan Koramil 0729-17/Srandakan meliputi a) pengamanan di obyek wisata; b) penetapan standar keamanan dan ketertiban serta pengawasan perjalanan wisatawan sejak kedatangan, selama perjalanan, dan sampai kepulangan; c) pemberian informasi tentang kondisi destinasi pariwisata yang kondusif dan aman untuk dikunjungi dengan memberikan peringatan dini terhadap adanya bencana. Kendala yang dialami Koramil 0729-17/Srandakan dalam menjalankan perannya diantaranya 1) kurangnya SDM dari Koramil 0729-17/Srandakan terkait jumlah anggota dan kemampuan perorangan terkait pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, 2) sarana dan prasarana, serta anggaran operasional. Berdasarkan analisis, dampak pemberdayaan masyarakat pada pariwisata berbasis masyarakat berimpilasi kepada ketahanan sosial budaya dengan bukti warga Padukuhan Ngentak menolak adanya aksi minum-minuman keras, serta praktek prostitusi, dan menurunkan nilai-nilai pelaksanaan budaya daerah.
This thesis examines community empowerment in community-based tourism to increase socio-cultural resilience (Case study at Pantai Baru in the Koramil area 0729-17/Srandakan). The aim of the study was to determine community empowerment in community-based tourism in Pantai Baru tourism carried out by Koramil 0729-17/Srandakan, and to identify what obstacles it experienced, and to find out the socio-cultural implications of community-based tourism development in Pantai Baru tourism. This study uses a qualitative approach, with research locations in Pantai Baru. Data collection was carried out using observation techniques, in-depth interviews, and documents. The informants for this study consisted of the Head of Tourism Office of Bantul Regency, Kapanewon Srandakan, Koramil 0729-17/Srandakan, Head of Pantai Baru Pokdarwis, people involved in business at Baru Beach, and Baru Beach tourists. The research step starts from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions and verification. The results of research related to community empowerment in community-based tourism to increase socio-cultural resilience in Pantai Baru tourism carried out by Koramil 0729-17/Srandakan include a) security at tourist objects; b) stipulation of security and order standards as well as supervision of tourist travel since arrival, during the trip, and until their return; c) provision of information about the condition of tourism destinations that are conducive and safe to visit by providing early warning of disasters. Obstacles experienced by Koramil 0729-17/Srandakan in carrying out its role include 1) lack of human resources from Koramil 0729-17/Srandakan related to the number of members and individual capabilities related to the implementation of community empowerment, 2) facilities and infrastructure, as well as the operational budget. Based on the analysis, the impact of community empowerment on community-based tourism has implications for socio-cultural resilience with evidence that Padukuhan Ngentak residents reject drinking and the practice of prostitution, and reduce the values of implementing regional culture.
Kata Kunci : Peran, Koramil, Pariwisata berbasis masyarakat.