Laporkan Masalah

Respon Paraserianthes Falcataria, Mcacia mangium dan Tanaman semusim Terhadap Teknik budidaya Tanaman dalam Agroforestry di Daerah Pemukiman Transmigrasi Kalimantan Timur

Rusmanhadi, Dr.Ir. Moch. Sambas Sn

1991 | Tesis | S2 Ilmu Kehuatanan

Sistem pengolahan lahan yang memadukan penanaman tanaman pertanian dan kehutanan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dari pada sistem penanaman tunggal baik di bidang produksi maupun di bidang konservasi telah banyak dilakukan pada lahan-lahan marginal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model agroforestry dan teknik pengolahan tanah terhadap pertumbuhan Paraserianthes falcataria, ·Acacia mangium dan produk tanaman pertanian. Dengan menggunakan rancangan petak terbagi 3 perlakuan telah dikenakan masing-masing pada petak utama, anak petak dan sub anak petak. Ketiga macam perlakuan tersebut adalah 1. Jenis tanaman kehutanan (pohon) terdiri dari Paraserianthes falcataria dan Acacia mangium. 2. Model agroforestry yang terdiri dari : a. model jalur berganti. Tanaman pohon ditanam dengan jarak 2 x 3 m pada jalur selebar 8 m dan tanaman pertanian yang terdiri dari Kedelai dan Jagung ditanam pada jalur berikutnya dengan lebar jalur 17 m. b. sama seperti model pertama tetapi di antara tanaman pokok ditanami tanaman gamal, turi, king grass, flamingia, jeruk, nangka dan durian sehingga jarak antara kornponen tanaman menjadi 1 x 1 rn. 3. Teknik pengolahan tanah terdiri dari tanah tanpa diolah dan tanah diolah secara tradisional. Semua perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan dilakukan 4 bulan setelah penanarnan terhadap perturnbuhan tanarnan pohon dan produk tanaman pertanian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan untuk rnengetahui pengaruh antar perlakuan dilakukan uji beda nyata terkecil. Hasilnya teknik pengolahan tanah amat berpengaruh terhadap pertumbuhan Paraserianthes falcataria dan Acacia mangium. Tanah yang diolah mernberikan pertumbuhan yang lebih baik dari pada tanah yang tidak diolah. Pada produksi tanaman pertanian pengolahan tanah memberikan pendapatan bersih yang lebih tinggi pada teknik bercocok tanam tanpa mengolah tanah dari pada teknik bercocok tanam dengan mengolah tanah. Sedangkan perlakuan yang lain tidak berpengaruh nyata.

Land management systems combining agricultural crops, trees, and animals for a more productive and protective advantages than a monocultural one have been widely practiced on marginal lands. Following the tree-crop combination practice, this study is carried out to examine the effects of agroforestry models and soil tillage on the growth of trees and agricultural crop production. The experimental plots were established on a transmigration land of East Kalimantan. Aplying a split-split plot design, plots were arranged within 3 blocks (1) Trees, Paraserianthes falcataria and Acacia mangium were assigned at random to the whole plots within each block (2) The following agropforestry models were assigned at random to the sub plot, within each main plot : (a) alternate strips. Tress were planted with 2 m x 3 m spacing within a strip of 8 m wide, and agricultural crops, soya bean (Glycine max) and maize (Zea mays) were planted within a 17 m wide strip. (b) same as point a, however the following species Glirecidea maculata, Sesbania grandiflora, King Grass, Flamingia sp., Citrus sp., Artocarpus heteroohyllus were planted between the main trees within a 8 m wide strip. (3) Soil cultivation treatments : tillage and no tillage were assigned at random to the sub-sub plot within each sub plot. Observation was carried out 4 months after planting. Data obtained were then analyzed using variance analysis and Least Significant Difference Analysis to determine the difference effects among treatments. The result shows that the soil tillage has significantly effected the growth of Paraserianthes falcataria and Acacia mangiurn. Moreover, tillage is better than no tillage for the tree growth. In terms of agricultural crop production, the non tillage treatment has given more net income than the tillage one. Other treatments applied in this study did not significantly influence both tree growth and the agricultural crop production.

Kata Kunci : Agroforestry,Pengolahan Lahan,Tanaman Pertanian,Tanaman Hutan,Pemukiman Transmigrasi,Ilmu Kehutanan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_content.pdf  
  4. Title.pdf