Studi Optimasi Pengelolaan Bekas Tebangan Hutan dipterocarp di Pulau Laut PT Inhutani II
Sanggen Nyeger Digut, Dr.Ir. Agus Setyarso
1992 | Tesis | S2 Ilmu KehuatananStudi ini bertujuan mendapatkan pengaturan hasil yang optimal dari tegakan tinggal blok tebangan PT Inhutani II Pulau Laut dengan slralegi optimasi penjadwalan tebangan dan jangka benah dengan membawa struktur legakan sekarang ke arah hulan lerlala. Data tegakan tinggal per hektar dikumpulkan langsung dengan sislem pencuplikan random dengan cara penempatanjalur-jalur pengamalan dalam tiap-liap blok lebangan. Parameter yang diukur adalah diameter setinggi dada dan tinggi pohon bebas cabang yang berdiameler lebih besar dari 20 cm dalam jalur coba ma.sing-ma.sing blok. Data lersebul dilabulasi dan diolah untuk mendapalkan polensi legakan per heklar jenis komersial. Proyeksi polensi legakan yang dipilih diperoleh dengan unluk periode perencanaan memprediksi jumlah pohon lepas lebang dan kemampuan inerowth yang dinilai melalui perlumbuhan pohon-pohon komersial di Kalimanlan Timur CSetyarso. 1987). Metode program linear dengan memaksimalkan jalah lebangan lahunan pada seliap blok dilebang. volume lebangan lahunan harus lebih rendah dari standine stock dalam legakan. Oplimasi luas lebangan dan volume lebangan hasil prediksi perlumbuhan legakan linggal dan inerowth 5 pohon per heklar dalam periode 2 lahun selama jangka perencanaan 20 lahun menghasilkan suatu label pengaturan hasil menurut waktu dan lempal. Alokasi optimum volume lebangan dalam periode perencanaan 20 tahun adalah 4.585.854 m dengan luas areal 50.283.78 hektar. Pengelolaan hutan bekas lebangan yang dilakukan selama ini belum dapat memenuhi vol.ume lebangan yang optimal dan lestarl. hal lni te,·bukti bahw-a dalam periode perencanaan 20 tahun masih "menyisakan" volume 3 lebangan sebanyak 2.853.898 m
This study was aimed at producing an regulation schedule on logged over II. and indicating a strategy to area optimal forest. of PT. Inhut.ani convert the residual slands into regulated forests. The data of residual stands were collected using st.rip random sampling on every block of forest. The parameters to be measured were diameter at breast heightand tree bole height. of tree with diameter more than 20 cm. The data were then equal to tabulated proccesed to project the stand structure per hectare commercial type. Stand projection along the planning period attained by approximation of residual trees and or and of was the ingrowth using the growth data of the commercial trees in Kalimantan Timur CSetyarso. 1987). A linear programme was applied in maxi mi zing annual cut, within the 11 mi t of' the standing stock. the The model has succeeded in arranging the area and volume or the annual cut in a matrix containing or the location and timing of the cut. The optimal allocat.ion in the 20 year planning period was found at the level of 4.665.854 cum f'rom 60, 283.78 hectare of logging area. The exist.ing st.rat.egy adopted by the concessionaire was found inferior to the proposed approach in accomplishing optimalable forest structure. This is indicated and sustainbythe fact that there is still over area.
Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Hutan Bekas Tebang TPI,Silvikultura,Hutan Dipterocarp Pulau Laut