Pengaruh Naungan dan Pemotongan Akar (Underground Root Pruning) Terhadap Pertumbuhan Semai Meranti Merah (Shorea parvifolia Dyer) di Kalimantan Selatan
Asmuri Achmad, Dr.Ir. Djoko Marsono
1992 | Tesis | S2 Ilmu KehuatananPemanfaatan sumber daya hutan baik berupa kayu maupun hasil hutan ikutan lainnya terus berlangsung, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk tujuan komersial. Hal tersebut menimbulkan dampak terhadap kelestarian hutan itu sendiri, sehingga tindakan silvikultur perlu dilaksanakan khususnya dalam pengelolaan regenerasi hutan tropika humida/basah. Tindakan silvikultur tersebut dilaksanakan dengan penanaman jenis-jenis kayu yang komersial. Dalam pelaksanaan penanaman tentunya didukung oleh adanya persemaian, teknik-teknik persemaian perlu dikuasai sebaik-baiknya. Usaha-usaha penguasaan tindakan silvikultur dengan teknik persemaian yang baik, maka akan membantu pemerintah · dalam penyediaan semai yang berkwalitas baik dan murah. Untuk penyediaan semai dalam jumlah besar ini perlu adanya manipulasi berbagai iaktor untuk menc????pai hasil yang diharapkan. Faktor yang memungkinkan dimanipulasi untuk semai meranti merah (Shorea parvifolia Dyer) yaitu, naungan, pemotangan akar-. Sehubungan dengan hal di a·tas penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kepekaan cahaya, pemotongan akar dari jenis meranti merah serta respon pertumbuhan dan kualitasnya. Cara penelitian dilaksanakan dengan penanaman meranti merah yang berumur 2 bulan di bawah naungan yaitu; 75%, 50%, 25% dan terbuka dan waktu pemotongan akar yaitu; 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, serta panjang pemotongan akar 6 cm, 7 cm dari leher dan tanpa pemotongan. Rancangan penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap dengan pola percobaan faktorial. Parameter yang diukur yaitu; tinggi semai, diameter semai, jumlah daun semai, laju fotosintesis, laju respirasi, jumlah khlorofil daun, titik kompensasi cahaya, berat kering semai, Top-Root Ratio dan kandungan air semai. Hasil penelitian menunjukkan respon positif terhadap intensitas cahaya sampai pada batas tertentu. Pertumbuhan diameter batang semai maksimum dicapai pada naungan 75%. Pertambahan jumlah daun semai maksimum dicapai pada naungan 25%. Jumlah klorofil daun mencapai maksimum · pada naungan 75%. Laju fotosintesis dan laju respirasi menunjukkan · kenaikan berbanding lurus dengan naiknya intensitas cahaya, ternyata produktivitas yang tinggi ditemukan pada naungan 50%. Titik kompensasi cahaya jenis yang diteliti, terletak pada kisaran antara 2000 - 3400 foot candela. Secara keseluruhan, laju per-tumbuhan maksimum jenis yang diteliti terjadi pada kisaran naungan 25% - 75% terhadap cahaya penuh. Batas waktu pemotongan akar 4 bulan memberikan pengaruh bes·ar daripada yang 3 bulan dan 2 bulan. Panjang pemotongan akar 7 cm memberikan pengaruh baik daripada yang pemotongannya 6 cm dan tanpa dipotong.
Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Taksonomi Tanaman Hutan,Kayu Meranti Merah,Shorea Parvifolia Dyer