Laporkan Masalah

Studi Pertumbuhan Pinus (Pendekatan Model Time-series dan Cross-section)

Tatik Suhartati, Dr.Ir. Agus Setyarso

1993 | Tesis | S2 Ilmu Kehuatanan

Pengelolaan hutan yang baik akan selalu memerlukaninformasi pertumbuhan dan hasil tegakan yang dikelolanya., Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil tegakan. Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan individu pohon tanpa mempertimbangkan jarak antar pohon. Teknik analisis regresi dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan koefisien model pertumbuhan yang diajukan. Data yang digunakan dapat berasal dari maupun plot permanen. Jika data berasal dari salah satu metode yang dapat dimanfaatkan mengkombinasikan data rangkai waktu dan (time-series dan cross section /TS-CS). plot temporer plot permanen adalah dengan rangkai tempat Penelitian ini bertujuan untuk mencoba membuat . model pertumbuhan dan hasil Pinus merkusii dengan model individu pohon menggunakan pendekatan TS-CS untuk menghasilkan taksiran parameter dan proyeksi pertumbuhan yang baik, bersifat BLUE. Karakteristik pohon yang ditaksir adalah peninggi, tinggi total pohon dan diameter setinggi dada. Volume pohon akan diturunkan dari besaran tinggi dan diameter menggunakan rumus matematika dan mengambil nilai bilangan bentuk pohon sebesar 0,7. Oleh karena pendekatan modelnya adalah TS-CS, maka diperkirakan ada gangguan korelasi serial dan heterokedastisitas. Deteksi gangguan tersebut dilakukan dengan uji Durbin- Watson dan Goldfeld-Quandt. Jika terjadi gangguan maka model diperbaiki menggunakan teknik penaksiran dua tingkat dengan variabel instrumental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 seri rangkai waktu belum memadai untuk dapat menghasilkan model pertumbuhan dan hasil yang baik. Salah satunya ditunjukkan oleh gangguan korelasi serial yang tidak dapat diuji kembali. Riap ratarata tahunan peninggi maksimum dicapai pada umur 11 tahun sebesar 1,55 meter; tinggi pada umur 13 tahun sebesar 1,39meter dan diameter pada umur 10 tahun sebesar 2,18 centi meter. Tegakan Pinus untuk kayu pertukangan dapat mulai ditebang pada umur 25 tahun, sedang untuk serat atau pulp dapat ditebang pada umur 10 hingga 13 tahun.

No good forest management can be realized without good information on the growth and yield of the respective forests. Various methods are avalaible for growth and yield studies. One of these is distance-independent tree level model. This method can be materialized by the use of regression technique. Permanent establisment of and or temporary plots can provide data on growth and yield study, Meanwhile Time series and cross section model offers a combination of using larger size of individuals while reducing the series of observations. The aims of the study is to develop a growth and yield prediction model for Pinus merkusii plantations. Time series and cross section data are used to produce good parameter estimates and growth projection as well. Dominant height, total height and tree diameter are the variabel to be predicted. Actual data on tree volume, however was obtained by mathematically with form factor of 0,7. Serial correlation and heteroscedasticity are commonly present in time series and cross section problem. DurbinWatson and Goldfeld-Quandt test were used to detect these disturbances. Two-round estimate using instrumental variables was used to analyse the significance of these disturbances. This study indicated that three series of data are not sufficient to produce good growth model. One of the weaknes can be indicated by the fact that serial correlation can not be detected on the second iteration. Maximum mean annual increament of dominant height estimated reached at 11 years at the magnitude of 1,55 meters, height at 10 years and at the magnitude of 1,39 meters, and diameter at 10 years and at the magnitude of 2,18 centi meters. Pinus merkusii stand is used to produce raw material for furniture than it can be cut at 25 years and if this is used for fibre or pulp wood, than the optimum cycle would be 10-13 years.

Kata Kunci : Pinus,Pertumbuhan,Hutan Pinus,Ilmu Kehutanan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_content.pdf  
  4. Title.pdf