Analisis Faktor-Faktor Penyebab Temuan Berulang (Studi Pada Pemerintah Kabupaten Manggarai Provinsi NTT)
YOHANA VELISKA LAMBO, Prof. Irwan Taufiq Ritonga, M.Bus., Ph.D., CA.
2023 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPelaksanaan tindak lanjut rekomendasi audit pada pemerintah daerah belum dilaksanakan secara memadai. Hal ini terlihat dari masih adanya rekomendasi audit yang terlambat ditindaklanjuti serta penyelesaian tindak lanjut yang belum sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Tidak adanya tindakan korektif yang memadai terhadap rekomendasi yang diberikan oleh auditor menyebabkan temuan tersebut kembali berulang pada audit tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi audit. Perspektif logika institusional digunakan untuk menginvestigasi masalah apa yang dihadapi dalam penyelesaian tindak lanjut serta respon dan tindakan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Wawancara dilakukan kepada para aktor yang berperan dalam proses penyelesaian tindak lanjut. Selain itu dilakukan analisis dokumen yang terkait dengan penyelesaian tindak lanjut. Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan dalam penyelesaian tindak lanjut yaitu faktor eksternal/lingkungan dan faktor internal/organisasi. Strategi yang diambil oleh para aktor belum dapat menyelesaikan tindak lanjut secara memadai. Adanya persepsi bahwa tindak lanjut bukan merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan memengaruhi respon dan logika dari para aktor ketika menyelesaikan tindak lanjut. Logika ini mendorong adanya pengabaian terhadap rekomendasi tindak lanjut dan menjadi motif gagalnya penerapan strategi yang efektif. Pengabaian terhadap rekomendasi tindak lanjut juga terlihat dari implementasi pelaksanaan tindak lanjut yang tidak memadai mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
INTISARI Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi audit pada pemerintah daerah belum dilaksanakan secara memadai. Hal ini terlihat dari masih adanya rekomendasi audit yang terlambat ditindaklanjuti serta penyelesaian tindak lanjut yang belum sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Tidak adanya tindakan korektif yang memadai terhadap rekomendasi yang diberikan oleh auditor menyebabkan temuan tersebut kembali berulang pada audit tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi audit. Perspektif logika institusional digunakan untuk menginvestigasi masalah apa yang dihadapi dalam penyelesaian tindak lanjut serta respon dan tindakan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Wawancara dilakukan kepada para aktor yang berperan dalam proses penyelesaian tindak lanjut. Selain itu dilakukan analisis dokumen yang terkait dengan penyelesaian tindak lanjut. Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan dalam penyelesaian tindak lanjut yaitu faktor eksternal/lingkungan dan faktor internal/organisasi. Strategi yang diambil oleh para aktor belum dapat menyelesaikan tindak lanjut secara memadai. Adanya persepsi bahwa tindak lanjut bukan merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan memengaruhi respon dan logika dari para aktor ketika menyelesaikan tindak lanjut. Logika ini mendorong adanya pengabaian terhadap rekomendasi tindak lanjut dan menjadi motif gagalnya penerapan strategi yang efektif. Pengabaian terhadap rekomendasi tindak lanjut juga terlihat dari implementasi pelaksanaan tindak lanjut yang tidak memadai mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Kata kunci: Temuan berulang, tindak lanjut rekomendasi audit, logika institusional ABSTRACT Implementation of follow-up audit recommendations to local governments has not been applied adequately. This can be seen from the existence of audit recommendations that were late being followed up and the completion of follow-ups that were not in accordance with the recommendations given. The absence of adequate corrective action against the recommendations provided by the auditor caused these findings to be repeated in the following year's audit. The purpose of this research is to identify the factors that become challenges and obstacles in the implementation of follow-up audit recommendations. The perspective of institutional logic is used to investigate what problems are encountered in completing follow-up and what responses and actions are taken by the government. Interviews were conducted with actors who played a role in the follow-up completion process. In addition, an analysis of documents related to the completion of the follow-up was carried out. The results of the study identified obstacles in completing follow-up, namely external/environmental factors and internal/organizational factors. The strategy taken by the actors has not been able to complete the follow-up adequately. The perception that follow-up is not an important activity to be carried out affects the response and logic of the actors when completing follow-up. This logic encourages neglect of follow-up recommendations and is a motive for the failure of effective strategy implementation. Ignorance of follow-up recommendations is also evident from the inadequate implementation of follow-up implementation starting from the planning, implementation, monitoring and evaluation processes.
Kata Kunci : Temuan berulang, tindak lanjut rekomendasi audit, logika institusional