Laporkan Masalah

Studi deskriptif tentang pengelolaan lembaga pendidikan dasar di Kotagede Yogyakarta

JAMROH, M, Prof.Dr. Sunyoto Usman

2003 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengelolaan lembaga pada jenjang pendidikan dasar. Kebijakan pemerintah mengenai otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang RI No. 22 tahun 1999, berimplikasi pada otonomi institusi sekolah. Institusi sekolah diberi kewenangan dan keleluasaan untuk mengelola dan menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh lembaga. Obyek penelitiannya difokuskan pada pemahaman tentang pengelolaan dan perkembangan lembaga pendidikan dasar di Kotagede Yogyakarta untuk tingkat sekolah dasar. Di Kecamatan Kotagede ada tujuah SD Negeri yang menggunakan nama Kotagede, yaitu SD Negeri Kotagede I s/d SD Negeri Kotagede VII. Kemudian untuk sampel penelitiannya adalah SD Negeri Kotagede I, IV. V dan VI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan kombinasi teknik wawancara dan penelusuran data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lembaga pendidikan dasar yang dijadikan obyek penelitian ini mengalami perkembangan yang bervariasi atau berbeda. Variasi ini terjadi karena strategi pengelolaan lembaga pendidikan yang memang berbeda. Lembaga pendidikan dasar yang mengalami perkembangan lebih maju jika dibandingkan dengan yang lembaga lain, karena : (1) mampu merespon dengan cepat perubahanperubahan kebijakan pendidikan yang digulirkan sekarang ini, (2) menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat melalui komite sekolah atau BP-3, (3) menawarkan program-program akademik yang lebih bervariatif sehingga menarik bagi masyarakat yang peduli terhadap masa depan pendidikan anak, dan (4) lembaga pendidikan memiliki team work yang solid untuk pengembangan pendidikan ke depan.

Education in Indonesia is changing basically along with reformation era in each part of living. The change which is the happens is correction result to education model which has been proceeding for this time from management, curriculum or learning method. This changing must be understood and anticipated by citizen, especially by the manager of education institution. For the institution which is not respond of this changing will have disorientation and even will be living by people. The 1999 Law no. 22 about autonomy area implicated to the autonomy of education institution. It means that those given authority to arrange and manage the education based on ability and resource which they have. Especially for basic education, perfomance of autonomy education has been occur since 2001. The fact in the field shows the variety development of educational institusion which is very different. Basic education institution which is developing rapidly and progressive because it influenced by several factors (1) Have ability to respond rapidly new policy on education which is running. For example about School Based management, Increasing quality management based on school and etc. (2) Offering academic responsive due to the increasing period (3) The Education Institution has solid team work developed them.(4) Cooperation with people by school commite organization on finance.

Kata Kunci : Sosiologi Pendidikan,Lembaga Pendidikan Dasar, Management, Basic Education.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.