Laporkan Masalah

Analisis Faktor Faktor Yang Memengaruhi Entitas Terperiksa Menindaklanjuti Rekomendasi BPK Secara Berlarut-Larut (Studi Pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat)

DEWI RAHANDIANI, Prof. Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA.

2023 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan berlarut-larutnya entitas terperiksa menindaklanjuti rekomendasi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dengan menggunakan teori peran sebagai kerangka penelitian, penelitian ini berfokus untuk memahami perilaku pelaksana dan pengelola Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) BPK dalam menyelesaikan rekomendasi pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi berlarut-larutnya penyelesaian rekomendasi pemeriksaan, yaitu tidak adanya kebijakan dan prosedur penyelesaian rekomendasi pemeriksaan, koordinasi pelaksanaan penyelesaian rekomendasi pemeriksaan yang tidak berkesinambungan, kurangnya kemampuan individu, dan permasalahan dalam penerapan rekomendasi pemeriksaan. Tiga faktor pertama merupakan faktor yang memengaruhi perilaku pengelola dan pelaksana TLHP sehingga berlarut-larut dalam menyelesaikan rekomendasi audit dan berperilaku tidak sesuai dengan harapan organisasi. Perilaku pengelola dan pelaksana rekomendasi pemeriksaan yang kurang sesuai kemudian mendorong munculnya faktor keempat, yaitu permasalahan dalam penerapan rekomendasi pemeriksaan.

This study aims to identify the factors that cause auditees to take a long time to follow up on the audit recommendations of The Supreme Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK RI). This research uses a qualitative approach with a case study method. Using role theory as a research framework, this study focuses on understanding the behaviour of executors and managers in completing audit recommendations. The results showed that there were four factors that influenced the protracted completion of audit recommendations, namely the absence of policies and procedures for completing audit recommendations, unsustainable coordination of implementation of audit recommendation completion, lack of individual ability, and problems in the construction of audit recommendations. The first three factors influence the behaviour of managers and executors of completing audit recommendations so that they are not in line with organizational expectations. The inappropriate behaviour of managers and implementers of audit recommendations then drives the fourth factor, namely problems in the construction of audit recommendations.

Kata Kunci : Rekomendasi pemeriksaan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, teori peran