Laporkan Masalah

Uji Model Teoretis Peran Komitmen Perkawinan dan Komunikasi Interpersonal sebagai Mediator Hubungan antara Religiositas dan Kepuasan Perkawinan pada Individu yang Ta'aruf

NATANIA SEFLY Z S, Budi Andayani, Dr., M.A., Psikolog

2023 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Kepuasan perkawinan adalah bentuk evaluasi individu terhadap keseluruhan aspek hubungan pernikahannya. Ta'aruf sendiri merupakan proses perkenalan antara calon pasangan sebelum memutuskan untuk menikah berdasarkan nilai-nilai agama Islam. Keterlibatan nilai religius pada proses ta'aruf menjadikan pasangan lebih terbatas dalam proses berkenalan sehingga pasangan ini diprediksi memiliki lebih banyak tantangan dalam mencapai kepuasan perkawinan. Pada kenyataannya, pasangan ta'aruf memiliki kepuasan perkawinan yang tinggi. Penelitian ini kemudian berusaha mengungkap faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kepuasan perkawinan ta'aruf ditinjau melalui indikator kekuatan keluarga. Penelitian ini melibatkan variabel mediator yaitu komitmen dan komunikasi sebagai perantara antara variabel religiositas sebagai variabel eksogen terhadap variabel endogen yaitu kepuasan perkawinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiositas tidak memiliki hubungan langsung dengan kepuasan perkawinan pada individu yang ta'aruf (β = 0,026; p = 0,870). Hubungan antara religiositas dengan kepuasan perkawinan dijelaskan secara penuh melalui variabel mediator (complete mediation) yaitu komunikasi (β = 0,477; p < 0,001) dan personal dedication (β = 0,101; p = 0,002). Dalam hal ini, untuk mencapai kepuasan dalam perkawinan diperlukan komunikasi positif dan komitmen personal antar pasangan untuk memaksimalkan peran religiositas pada individu yang ta'aruf.

Marital satisfaction is a form of individual evaluation of all aspects of their marital relationship. Ta'aruf itself is a process of getting to know prospective couples before deciding to get married based on Islamic religious values. The involvement of religious values in the ta'aruf process makes couples more limited in the process of getting acquainted so that these couples are predicted to have more challenges in achieving marital satisfaction. In reality, ta'aruf couples have high marital satisfaction. This study then seeks to uncover the psychological factors that influence ta'aruf marital satisfaction viewed through the indicator of family strength. This study involves mediator variables, namely commitment and communication as intermediaries between religiosity variables as exogenous variables and endogenous variables, namely marital satisfaction. The results of this study indicate that religiosity has no direct relationship with marital satisfaction in ta'aruf individuals (β = 0.026; p = 0.870). The relationship between religiosity and marital satisfaction is fully explained through complete mediation variables, namely communication (β = 0.477; p < 0.001) and personal dedication (β = 0.101; p = 0.002). In this case, achieving marital satisfaction requires positive communication and personal commitment between spouses to maximize the role of religiosity in ta'aruf individuals.

Kata Kunci : kepuasan perkawinan, komitmen, komunikasi, religiositas, ta'aruf

  1. S2-2023-448993-abstract.pdf  
  2. S2-2023-448993-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-448993-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-448993-title.pdf