Laporkan Masalah

Pengaruh Pendapatan Non-Bunga Terhaap Profitabilitas Dan Resiko Perbankan Sebelum Dan Selama Masa Pandemi Covid-19 Pada Bank Konvesional Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia

RIFYAL GARDA PAMBUDI, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.,

2023 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Bank adalah lembaga perantara yang berfungsi menghimpun uang atau dana masyarakat yang selanjutnya akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan dalam bentuk kredit Sumber utama pendapatan bank berasal dari aktivitas intermediary khususnya dalam penyaluran kredit. Tren pendapatan utama bank di Indonesia berasal dari pendapatan bunga yang secara rata-rata masih diatas 70% dari total pendapatan dan sisanya merupakan pendapatan non-bunga. Ketergantungan pada pendapatan bunga akan menyebabkan risiko yang tinggi untuk perbankan terutama pada saat krisis, dimana debitur tidak dapat membayar bunga dan pokok atas fasilitas kredit yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk pendapatan non-bunga terhadap kinerja dan risiko perbankan di Indonesia sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 serta memberikan kontribusi bagi bank dalam meningkatkan pendapatan dan melakukan mitigasi risiko. Profitabilitas diukur dengan menggunakan ROA, ROE dan PBV, sedangkan risiko diukur dengan menggunakan ZSCORE dan NPL. Pada penelitian ini terdapat tiga variabel kontrol yang terdiri dari CAR, LDR dan ukuran perusahaan (SIZE). Sampel penelitian ini terdiri atas 34 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2017 hingga 2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan non-bunga memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas perbankan di Indonesia, yang berarti semakin besar proporsi pendapatan non-bunga maka profitabilitas yang didapatkan oleh bank akan meningkat. Pendapatan non-bunga memiliki pengaruh positif terhadap risiko perbankan di Indonesia. Kontribusi NII terhadap profitabilitas dan risiko perbankan semasa pandemi Covid-19 menunjukkan nilai yang positif. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kontribusi NII terhadap profitabilitas dan risiko bank semasa pandemi Covid-19 semakin besar.

Bank is an intermediary institution whose function is to collect money or public funds which will then be distributed to those who need the money in the form of credit. The main source of income for banks comes from intermediary activities, especially in lines of credit. The trend of the main income of banks in Indonesia comes from interest income which on average is still above 70% of total income and the rest is non-interest income. Dependence on interest income will cause a high risk for banks, especially during a crisis, when debtors cannot pay interest and principal on their credit facilities.This research aims to provide non-interest income on banking performance and risk in Indonesia before and during the Covid-19 pandemic and to contribute to banks in increasing income and reducing risk. Profitability is measured using ROA, ROE and PBV, while risk is measured using ZSCORE and NPL. In this study there are three control variables consisting of CAR, LDR and firm size (SIZE). The research sample consists of 34 banks listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2017 to 2021. The results of this study indicate that non-interest income has a positive influence on the profitability of banks in Indonesia, which means that the greater the proportion of non-interest income, the profitability obtained by the bank will increase. Noninterest income has a positive influence on banking risk in Indonesia. NII's contribution to banking profitability and risk during the Covid-19 pandemic showed a positive value. This means that NII's contribution to bank profitability and risk during the Covid-19 pandemic is getting bigger.

Kata Kunci : non-interest income, profitability, risk.

  1. S2-2023-471201-abstract.pdf  
  2. S2-2023-471201-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-471201-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-471201-title.pdf