STUDI PERILAKU PERMUDAAN ALAM AREAL BEKAS TEBANGAN TPTI DI HPH PT. HASlL BUMI INDONESIA BM PROPINSI SULAWESI TENGGARA
Rusbandriyo, Dr.Ir. Suryo Hardiwinoto
1994 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKegiatan penebangan nenghasilkan tegakan tinggal dengan berbagai tingkat perkembangan pohon. Pertumbuhan pernudaan alan terdiri dari banyak spesies nenunjukkan perilaku yang berbeda-beda. Pengelolaan dan -?emanfaatan hutan hujan tropika secara leetari nenerlukan pengetahuan dan pema.haman yang baik tentang proses regenerasi hutan, terutana pada areal bekas tebangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan struktur, konposisi, keraganan permudaan alan pada beberapa areal bekas tebangan yang berbeda umurnya dan pada areal yang belun ditebang serta hubungan pola pernudaan alam dengan beberapa faktor lingkungan. Penelitian dilakukan di Sulawesi Tenggara, dengan pendekatan '"side by side comparison pada areal 1, 4 dan 8 tahun setelah tebangan dan areal belum ditebang. Pengamatan dilakukan pada tingkat semai dan sapihan. Parameter vegetasi yang diamati meli puti junlah jenis, junlah individu setiap jenis dan diameter sapihan. Data dianalisis dengan menghitung indeks nilai penting, indeks kesamaan dan ketidaksrunaan konunitas serta indeks keragaman. Pola permudaan dianalisis dengan analisis ordinasi komunitas dan pengaruh faktor lingkungan dianalisis melalui analisis korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi proses suksesi pada areal bekas tebangan, yang ditandai dengan perubahan struktur tegakan, komposisi dan keragaman spesies. Permudaan alam pada areal bekas tebangan yang senakin tua menunjukkan nilai kesanaan yang senakin tinggi dengan permudaan alam pada areal belum ditebang. Kera gaman spesies cenderung meningkat dengan makin tuanya unur areal bekas tebangan. Pola permudaan alam tingkat semai dan sapihan terbagi dalam tiga kelonpok konunitas yang mengganbarkan perkenbangan proses suksesi, yaitu komunitas yang mengganbarkan kondisi permudaan 1 tahun; 4 tahun dan sebelum tebangan serta 8 tahun setelah tebangan. Pola permudaan tingkat semai dipengaruhi oleh kelembaban udara, suhu, ketinggian tempat dan intensitas cahaya, sedang tingkat sapihan disamping dipengaruhi keempat faktor tersebut juga dipe ngaruhi oleh pH tanah.
Kata Kunci : Regenerasi Hutan,Bekas Tebangan TPTI,Sistem TPTI