Laporkan Masalah

Variasi Genetik Produksi Getah Pinus Merkusii Jungh et. de Vriese

Budi Leksono, Prof.Dr.Ir. Hj. Oemi Haniin Soeseno

1994 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian tentang variasi genetik produksi getah Pinus merkusii Jungh et.de Vriese bertujuan untuk: (1) mempelajari variasi genetik produksi getah, (2) mengeta­hui besarnya taksiran heritab????litas dan kemungkinan perolehan genetik dari pemuliaan produksi getah, dan (3) mempelajari korelasi genetik antara produksi getah dengan beberapa karakter lain pada pohon Pinus merkusii. Penelitian dilakukan pada tanaman uji keturunan Pinus-merkusii tahun tanam 1980 di dua lokasi, yaitu di Sempolan, Jember (Jawa Timur) dan Cijambu, Sumedang (Jawa Barat). Tanaman uji ini, merupakan tanaman uji keturunan "half-sib'', terdiri dari 200 famili (seedlot) yang ber­asal dari 3 sumber benih, yaitu: Pekalongan Barat, Lawu DS dan Majalengka. Penanaman di lapangan dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan 5-treeplot, dan 10 ulangan (blok). Jarak tanam yang digunakan adalah 4 x 4 m untuk tanaman di Sempolan, Jember dan 3 x 3 m untuk di Cijambu, Sumedang. Dalam studi ini, hanya digunakan 4 blok sebagai bahan penelitian . Hasil penelitian terhadap produksi getah Pinus merku·sii menunjukkan adanya variasi yang cukup besar pada tingkat famili, di dalam famili maupun diantara individu pohon. Variasi di dalam famili mempunyai sumbangan terbe­sar (76,45%), diikuti dengan variasi antar famili (12,50%), sedangkan besarnya sumbangan komponen varians yang lain terhadap total variasi sangat rendah. Interaksi antara genotipe dengan lingkungan sangat nyata, akan tetapi sumbangan komponen varians tersebut terhadap total variasi sangat rendah (0,00%) . Taksiran heritabilitas dalam arti sempit (narrow­sense heritability) untuk efek aditif pada produksi getah Pinus merkusii mempunyai nilai yang tinggi untuk taksiran heritabilitas individu (0,52) dan sedang sampai tinggi untuk heritabilitas {arnili (0,69) dan di dalam famili (0,45). Hasil ini memberikan petunjuk bahwa produksi getah Pinus merkusii sangat kuat dikendalikan oleh faktor genetik. Taksiran perolehan genetik produksi getah Pinus merkusii sangat tinggi, baik jika dilakukan dengan selek­si individu (seleksi massa), seleksi famili, seleksi di dalam famili maupun kombinasi seleksi antar famili dan di dalam famili. Seleksi massa merupakan metode seleksi yang terbaik untuk p????oduksi getah Pinus merkusii, karena menghasilkan taksiran perolehan genetik terbesar (34,05%), diikuti dengan kombinasi seleksi antar famili dan di dalam famili (27,48????), seleksi famili (13,75????) dan seleksi di dalam famili (13,73). Korelasi genetik antara produksi getah dengan karakter lain yang diukur (diameter batang, bentuk batang dan tipe percabangan) pada Pinus merkusii, diketemukan cukup rendah, berturut-turut sebesar -0,37; 0,12 dan -0,23 untuk korelasi antara produksi getah dengan diame­ter batang, bentuk batang dan tipe percabangan. Hasil ini akan lebih memudahkan didalam pekerjaan seleksi, karena seleksi yang didasarkan atas sifat produksi getah saja, tidak menyebabkan menurunnya sifat-sifat lain yang diukur dalam studi ini. Rendahnya nilai koefisien korelasi ini kemungkinan besar juga sebagai petunjuk bahwa masing­masing sifat yang diukur, memang dikendalikan oleh gen­gen yang berbeda .

A study on genetic variation of resin yield of Pinus merkusii Jungh et.de Vriese has the objective : (1) esti mating the various components of genetic variance, (2) determining heritability estimate and genetic gain for resin yield, and (3) calculating the genetic correlation of resin yield and some selected characters of Pinus merkusii. The study was carried out using the progeny test of Pinus merkusii at two sites : in Sempolan, Jember (East Java) ·and Cijambu, Sumedang (West Java). The progenies tested were 200 half-sib families derivide from three seed sources : West Pekalongan, Lawu DS, and Majalengka. The tests were Designed in Randomized Complete Block with ten blocks as replicates, five-tree plot in each block. Trees were planted with 4 x 4 m spacing in Sempolan, Jember, and 3 x 3 min Cijambu, Sumedang. However, only fours blocks used in the analysis. The results showed that great variabilty of resin yield of Pinus merkusii was observed both among and within families, and among individual trees. Within family contributed the biggest portion (76.45 %), fol­lowed by among family (12.5 %) of the total variation; contribution from other sources were negligible. Significant genotype x environment interactions were observed, but its contribution to the total variabilty was extremely low. Narrow sense heritabiliy estimate for resin yield of Pinus merkusii was high (0.52) for individual tree and moderate to high for among (0.69) and within family (0.45). It is inferred that resin yield of Pinus merkusii is considerably under genetic control. Genetic advance for resin yield was predictably high, either using individual tree based selection (mass selection), family based selection eother among, within or a combination of the two. Mass selection was predicted as the best selection method for resin yield of Pinus merkusii, as its selection gain was the highest (34.75 %) . It was followed by combined selection of emong and within family (27.48 %), among family selection (13.75 &), and within family selection (13.73 %) . Genetic correlation between resin yield and other tree characteristic : stem diameter, tree type, and tree br????nching in Pinus merkusii were considerably -0.37, 0.12, and -0.23, iespectively. It will make tree selection for resin yield much easier as selection for resin yield will not jeopardize other characters und????r consideration. The low correlations might also indicate that other characters being examined were under genetic controlled of other gene(s) .

Kata Kunci : Getah Pinus,Produksi Getah,Pinus Merkusii Jungh

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf