Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Luka Tekan Akibat Perangkat Medis Pada Pasien Anak Di Ruang PICU
Siti Robingatun, Dr. Fitri Haryanti, Skp., M.Kes ;Suis Galischa Wati S.Kep., Ns., M.Kep
2023 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Pasien anak yang dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) membutuhkan beberapa perangkat medis yang digunakan untuk tujuan pencegahan, diagnostik maupun pengobatan penyakit. Pemasangan ini memiliki risiko terjadinya luka tekan. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya luka tekan adalah status gizi pasien. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian luka tekan akibat perangkat medis pada pasien anak di ruang PICU. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah pasien PICU sejumlah 46 anak. Status gizi dinilai menggunakan tabel antropometri anak yang dikeluarkan oleh Permenkes No 2 tahun 2020, sedangkan luka tekan akibat perangkat medis dinilai dengan skala PUSH 3.0. Analisis univariat dianalisis dengan menghitung distribusi frekuensi dan persentase sedangkan uji hubungan menggunakan uji Somers karena data terdistribusi tidak normal dan memiliki skala data kategorikal. Hasil: Hasil distribusi frekuensi status gizi pasien PICU memiliki status gizi kurang 21 orang (45,7%), status gizi normal 18 orang (39,1%), dan status gizi lebih 7 orang (15,2%). Kejadian luka tekan akibat perangkat medis sebanyak 10 anak (21,7%). Terdapat hubungan yang lemah antara status gizi dengan kejadian luka tekan akibat perangkat medis pada pasien anak di ruang PICU. Hasil tersebut dibuktikan dengan hasil uji secara statistik menggunakan uji Somers D menunjukkan p-value lebih kecil daripada alpha (0,032 < 0,05) dan hasil analisis korelasi berdasarkan nilai r sebesar -0,226 Sedangkan arah hubungan dua variabel adalah searah dan berbanding terbalik karena nilai r negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin kurang status gizi maka akan semakin meningkatkan kejadian luka tekan akibat perangkat medis Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian luka tekan akibat perangkat medis.
Background: Pediatric critically ill in Pediatric Intensive Care Unit (PICU) require several medical devices, which are used for prevention, diagnostic and terapeutic of desease. Installation of medical devices has a risk of pressure injury. One of the factors that influence the occurrence of pressure injury the patient s nutritional status. Research Objectives: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of Medical Device-Related Pressure Injury (MDPRI) in pediatric patients in the PICU room. Methods: This study is an observational study with a cross-sectional design. Respondents in this study were 46 children in the PICU. Nutritional status was assessed using the children's anthropometry table issued by Permenkes No 2 of 2020, while MDRPI were assessed on the PUSH 3.0 scale. Univariate analysis was analyzed by calculating the distribution frequency and percentage while the relationship test used the Somers D test because the data was not normally distributed. Results: The results of the frequency distribution of the nutritional status of PICU patients had 21 people (45.7%) with undernourished status, 18 people (39.1%) with normal nutritional status, and 7 people with more nutritional status (15.2%). Incidence of medical devices-related pressure injury as many as 10 children (21.7%There is a weak relationship between nutritional status and the incidence of MDRPI in the PICU. These results are evidenced by statistical test results using the Somers D test showing that the p-value is smaller than alpha (0.032 <0.05) and the results of the correlation analysis are based on the r value of -0.226. negative r. So it can be concluded that the less nutritional status the more the incidence of MDRPI. Conclusion: There is a significant relationship between nutritional status and the incidence of MDRPI.
Kata Kunci : anak, antropometri, luka tekan, malnutrisi, pediatric intensive care unit, sakit kritis, anthropometry, child, critical illness, malnutrition, pediatric intensive care unit, pressure injury