Pengaruh Aplikasi Topikal Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) 40% Terhadap Jumlah Sel Inflamasi Pada Proses Penyembuhan Luka Pasca Pencabutan Gigi (Kajian In Vivo Pada Tikus Wistar)
RAMADHANTIKA FAUZIYYAH, Prof. Dr. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes, Ph.D. ; Prof. Dr. drg. Regina T.C Tandelilin, M.Sc.
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPencabutan gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan dalam praktik kedokteran gigi bila gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi di dalam rongga mulut. Tindakan ini menimbukan luka bekas pencabutan gigi yang akan direspon oleh tubuh dengan mekanisme penyembuhan luka. Salah satu indikator penyembuhan luka adalah migrasi sel inflamasi ke area luka. Daun sirih merah diketahui mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat mempercepat penyembuhan luka dan bersifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal ekstrak daun sirih merah 40% terhadap jumlah sel inflamasi pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi insisivus tikus Wistar. Penelitian dilakukan menggunakan 36 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi kelompok perlakuan (ekstrak daun sirih merah 40%), kontrol negatif (akuades), dan kontrol positif (povidone iodine). Gigi insisivus mandibula tikus dicabut menggunakan ekskavator dan klem lalu diberi bahan aplikasi satu kali sehari selama 14 hari kemudian 3 tikus dari masing-masing kelompok dikorbankan pada 1, 3, 7, dan 14 hari pasca pencabutan gigi untuk dibuat preparat histologis. Preparat histologis dicat dengan Hematoxylin Eosin lalu di amati menggunakan mikroskop cahaya dengan software Optilab Viewer perbesaran 400x. Sel inflamasi dihitung menggunakan ImageRaster kemudian data di analisis menggunakan uji two-way ANOVA dan Uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel inlamasi lebih rendah secara signifikan (p<0,05) pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil uji LSD menunjukkan jumlah sel inflamasi pada kelompok perlakuan lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi ekstrak daun sirih merah 40% dapat menurunkan jumlah sel inflamasi secara signifikan pada proses penyembuhan luka soket pasca pencabutan gigi tikus Wistar.
Tooth extraction is a common procedure performed in dental practice when a tooth can no longer be maintained in the oral cavity. The procedure results in a wound which trigger the body's wound healing mechanism, with one indicator being the migration of inflammatory cells into the wound area. Red betel leaves are known to contain flavonoids, saponins, and tannins which can accelerate wound healing and have anti-inflammatory properties. This study aims to determine the effect of topical application of 40% red betel leaf extract on the number of inflammatory cells in the healing process of post-extraction socket in Wistar rat. Thirty-six Wistar rats were divided into treatment groups (40% red betel leaf extract), negative control (aquadest), and positive control (povidone iodine). Treatment materials were given once a day for 14 days following mandibular incisors tooth extraction using excavator and forceps. Three rats from each groups were sacrificed at 1, 3, 7, and 14 days post-extraction. The histological samples were stained with Hematoxylin Eosin and observed using a light microscope with Optilab Viewer software at 400x magnification. The inflammatory cells were counted using ImageRaster, and the data were analyzed using two-way ANOVA and LSD test. The result showed a significantly lower (p<0,05) mean number of inflammatory cells in the treatment group compared to the negative and positive control groups. This study concludes that the application of 40% red betel leaf extract can significantly reduce the number of inflammatory cells in the wound healing process after incisor tooth extraction in Wistar rats.
Kata Kunci : daun sirih merah, pencabutan gigi, penyembuhan luka, sel inflamasi