PENGARUH SISTEM SILVIKULTUR SEED TREE METHOD TERHADAP ASOSIASI DAN SEBARAN DIAMETER MANGROVE DI AREAL HPH PT. PELITA RIMBA ALAM KALIMANTAN BARAT
Fahrizal, Dr.Ir. Djoko Marsono
1995 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKawasan mangrove yang luasnya hanya 3,7 juta hektar (3% dari total luas hutan di Indonesia), saat ini memegang peranan yang penting dalam menunjang perekonomian daerah, serta mempertahankan keseimbangan ekologi. Untuk itu diperlukan informasi yang memadai tentang teknik silvikultur dalam pengusahaan hutan. Untuk melihat sejauh mana pengarahan sistem silvikultur Seed Tree Nethods dalam pengusahaan mangrove dilaksanakan penelitian yang bertuJuan untuk 1. mengetahui komposisi Jenis penyusun, 2. mengetahui dominansi mangrove, 3. mengetahui asosiasi jenis penyusun utama mangrove, 4. mengetahui sebaran diameter melalui penerapan fungsi eksponensial. Penelitian dilaksanakan dengan sistem jalur, areal penelitian meliputi empat lokasi, yakni hutan primer, hutan tebangan O tahun, hutan tebangan 2 tahun, dan hutan tebangan 5 tahun. Pada setiap blok dibuat 3 jalur pengamatan dengan lebar jalur 20 m dan jarak antar jalur 200 m. Pada setiap jalur dibuat plot dengan ukuran 20 m x 20 m secara kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis penyusun didominasi oleh f?. mL1cronata, R. conjugata, B. par-viflors dan B. g-.,,·mnorrizha, yang merupakan jenis penyusun utama mangrove serta jenis-jenis lainnya, yaitu E. agallache, X. granatum_, H. tiliaceLts, C. decandra. Antara Jenis-Jenis penyusun utama terjadi asosiasi positip yaitu antara F?. mucronata dengan R. conjugata, R. muncronata dengan B. g7·mnorrizha, F?. muncronata dengan B. parviflors, B. gymnorrizha dengan R. conjugata, B. gymnorrizha dengan B. parviflors. Juga terjadi asosiasi negatif antara £. agallochea dengan R. muncronata, E. agallocha dengan B. parviflora, dan E. agallocha dengan B. gymnorrizha. Fungsi eksponensial tidak dapat diterapkan pada sebaran diameter mangrove pada 4 lokasi penelitian. Bentuk kurva sebar diameter kenyataan antara nilai tengah dan Jumlah pakai per ha, masih mengikuti kurva J terbalik. Penerapan Sistem Seed tree Methods dengan meninggalkan 40 pohon induk per ha tetap dapat dipertahankan, karena tidak terlalu berpengaruh pada komposisi dan dominansi jenis mangrove.
Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Sistem Silvikultur,Seed Tree Method,Mangrove,Hutan Bakau