PARTISIPASI MASYARAKA T SEKIT AR HUTAN DALAM PELAKSANAAN MANAGEMENT REGIME KASUS BKPH BRUMBUN DAN NGADIREJO, KPH MADIUN
Eko Hadi Kuncoro, Dr.Ir. Moch. Sambas Sn., M.Sc
1995 | Tesis | S2 Ilmu KehutananModel Hanage.ment Regime telah dilaksanakan di BKPH Brumbun dan Ngadirejo, KPH Hadiun mulai tahun 1991 atas kerja sama antara Perum Perhutani dengan Fakultas Kehutanan UGM. Keberhasilan pelaksanaan Management Regime akan dipengaruhi partisipasi masyarakat sekitarnya, sedangkan partisipasi berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beraangkutan. Jenis partisipasi yang dipelajari adalah partisipasi ide dan partisipasi tenaga anggota KTH di BKPH Brumbun dan Ngadirejo. 3elain itu juga diteliti hubungan antara partisipasi dengan faktor-faktor sosial ekonomi yang terdiri dari; pendapatan dari usaha tani di lahan andil, pendapatan dari usaha tani di luar lahan andil, jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan. pencaran letak lahan andil, cara kepemimpinan KKTH dan frekuensi pertemuan KTH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hetode Studi Kasus, dengan tujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit-unit sosial yan.; menjadi subyek. Unit-unit sosial yang dimaksud adalah Kel0mpok Tani Hutan CKTH) di BKPH Brumbun dan BKPH Ngadirejo. Untuk keperluan penelitian maka responden ditetapkan 80 ;::,rang yang terdiri dari 40 orang di BKPH Brumbun dan 40 ora?g di BKPH Ngadirejo. Dalam ?engidentifikasi partisipasi digunakan Analisis Tabulasi, 3edangkan untuk mengetahui hubungan partisipasi dengan fak:or-faktor sosial ekonomi digunakan Analisis Chi Kuadrat. U?tuk mengetahui keeratan hubungan antar variabel digunakan K?efisien Kontingensi Henurut Pearson yang dibandingkan den.;an Koefisien Kontingensi Maximum. Dari t?sil analisis diketahui bahwa dari ke-7 faktor aosial ekc?omi yang berhubungan dengan partisipasi ide ada 3, yaitu; ?endapatan dari usaha tani di luar lahan andil, tingkat pen:iidikan. dan frekuensi pertemuan KTH, sedangkan 4 faktor lai?nya tidak berhubungan. Di lain pihak, faktorfaktor yan5 berhubungan dengan partisipasi tenaga ada 3, yaitu; pe?iapatan dari usaha tani di lahan andil, pencaran letak laha:--. andil dan frekuensi pertemuan KTH ,·. sedangkan 4 faktor lai?nya tidak berhubungan. Apabila partisipasi masyarakat sekitar hutan dapat ditingkatkan maka pelaksanaan Management ?egime akan berhasil, sehingga kelestarian hutan .j uga ter.j arr::.n.
Management Regime model has been implemented in BKPH Brumbun and Ngadirejo, KPH Madiun from 1991 in a joint venture between Perum Perhutani and Faculty of forestry, GMU. The success of implementation depends on participation of people living in vicinity of the area. People participation on the other hand is related to their socisl economic conditions. Participation under consideration is idea and labor work of members of a KTH. In addition, participation reletionship to social economic faktors wahics include income derived from both shared area and non shared area, number of family members, education, spatial distribution of shared area, leadership of KKTH and meeting frecuency among KTH. The method adopted in this study was A Case Study Methe with the objective to deeply exemine the background and its interaction with the environment of the social economic unit being studiei. The social economic units under consideration are groups of forest farmers (KTH) in BKPH Brumbun and Ngadirejo. A sample of fourty respondents were taken from each BKPH. Tabulation Analysis was used to identify people participation and Chi Sguare Test was used to test the relationship of people participation to social economic factors under conaiderati,:)n. Pearson contingency coefficient in compari7on to its maximum value was used to show how close the relationship be?ween two variabels. From th? analysis. it was revealed that out of the seven social eco?omic factors being considered, three factors showed sign:ficant relationship to idea participation. These are income derived from non shared ·area, education, and meeting fr7quency among KTHs. With respect to work labor participatiJn, there were too three significant social economic f?ctors ; income deived from shared area, spatial distributio? of shared area, and meeting frequency among KTHs. If pa?ticipation of the people living in the vicinity of a forest area may be improved, implementation of Management Regime will be successfull, which will lead to successfull susta:nable forest.
Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Management Regime,Masyarakat Hutan,Kelestarian Hutan