Laporkan Masalah

Pengaruh Saliva Buatan Berbasis Mukus Lele (Clarias batrachus) Terhadap Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca

AMJADI AKHDAN, drg. Hendri Susanto, M.Kes, Ph.D, Sp.PM; Dr. drg. Retno Ardhani, M.Sc.

2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Xerostomia merupakan gejala subjektif kekeringan mulut. Untuk mengurangi gejala yang dialami pasien xerostomia, dikembangkan perawatan menggunakan saliva buatan. Mukus ikan lele (Clarias batrachus) berpotensi sebagai bahan utama penyusun saliva buatan karena memiliki sifat fisik yang menyerupai saliva alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saliva buatan berbasis mukus lele (Clarias batrachus) terhadap kekasaran permukaan semen ionomer kaca kuring sinar dan kuring kimia. Saliva buatan berbasis mukus lele terbuat dari 0,1% methylparaben, 5% dekstrosa dan 0,5% EDTA serta mukus ikan lele dengan konsentrasi 20%. Sampel semen ionomer kaca kuring sinar dan kuring kimia berbentuk tabung dengan diameter 10 mm dan ketebalan 3 mm. Sampel direndam dalam saliva buatan mukus lele dan saliva buatan tanpa mukus lele selama 7, 14, dan 28 hari. Kekasaran permukaan diuji menggunakan profilometer. Analisis daya menggunakan uji one-way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian terdapat kenaikan kekasaran permukaan pada SIK kuring sinar sebesar 0,84 µm dan SIK kuring kimia sebesar 0,83 µm setelah 28 hari. Analisis data menggunakan one-way ANOVA menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (p>0,05) antara perendaman sampel SIK kuring sinar maupun SIK kuring kimia dalam saliva buatan mukus lele dan saliva buatan tanpa mukus lele. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perendaman dalam saliva buatan mukus lele tidak memiliki pengaruh yang signifkan terhadap kekasaran permukaan SIK kuring sinar dan SIK kuring kimia.

Xerostomia is a subjective symptom of dry mouth. To reduce the symptoms experienced by xerostomia patients, a treatment using artificial saliva has been developed. Mucus from catfish (Clarias batrachus) has the potential to be the main ingredient in artificial saliva because it has physical properties that resemble those of natural saliva. This study aims to determine the effect of artificial saliva based on catfish mucus (Clarias batrachus) on the surface roughness of lightcure and selfcure glass ionomer cement. Artificial saliva based on catfish mucus is made from 0.1% methylparaben, 5% dextrose, and 0.5% EDTA, and catfish mucus with a concentration of 20%. Lightcure and selfcure glass ionomer cement samples were in the form of tube with a diameter of 10 mm and a thickness of 3 mm. Samples were soaked in catfish mucus artificial saliva, and artificial saliva without catfish mucus for 7, 14, and 28 days. Surface roughness was tested using a profilometer. Power analysis used a one-way ANOVA test with a 95% confidence level. The results showed that there was an increase in surface roughness on lightcure glass ionomer cement by 0.84 µm and on selfcure glass ionomer cement by 0.83 µm after 28 days. Data analysis using one-way ANOVA showed no significant difference (p > 0.05) between the immersion of lightcure and selfcure glass ionomer cement samples in catfish mucus artificial saliva and artificial saliva without catfish mucus. The conclusion of this study was that immersion in catfish mucus or artificial saliva did not have a significant effect on the surface roughness of lightcure and selfcure glass ionomer cement.

Kata Kunci : saliva buatan, mukus lele (Clarias batrachus), kekasaran permukaan, semen ionomer kaca

  1. S1-2023-442107-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442107-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442107-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442107-title.pdf