Laporkan Masalah

"Sandiwara Penelitian": Refleksi Kritis Atas Kajian Keterwakilan Perempuan Yang Tidak Kunjung Membaik

FIRMAN AGUS ARBI, Wigke Capri Arti Sukmana Putri, S.IP., M.A.

2023 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penelitian ini merupakan refleksi kritis atas kegelisahan penulis melihat isu keterwakilan perempuan yang sulit untuk keluar dari pemarjinalan sosial politik saat ini. Kajian dan riset yang ikut membahas isu keterwakilan perempuan pun juga belum menunjukan keseriusan dalam melakukan telaah atas posisi keterwakilan perempuan di lembaga publik. Representasi Politik Perempuan sebagaimana yang diidamkan oleh para feminis seperti Anne Phillips, yang menyatakan bahwa perempuan harus mewakili perempuan, nyatanya masih jauh dari harapan. Dengan menggunakan pendekatan Teori Kritis sebagaimana yang digagas oleh Mazhab Frankfurt, dan tanpa mengesampingkan sumbangsih atas penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, penelitian ini hadir untuk merefleksikan bagaimana posisi keterwakilan perempuan saat ini, serta apakah riset yang dilakukan oleh para akademisi mampu membawa angin perubahan terhadap isu keterwakilan perempuan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan: pertama kondisi keterwakilan perempuan saat ini berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Keterwakilan perempuan berupa kebijakan kuota 30% pada dasarnya membuka ruang marginal baru terhadap eksistensi perempuan di lembaga publik. Kedua, produksi-produksi ruang-ruang marginal baru tersebut justru semakin intensif dengan riset-riset tentang kuota 30% perempuan.

This research is a critical reflection of the author's anxiety regarding the issue of women's representation which is difficult to get out of the current social and political marginalization. Studies and research that also discuss the issue of women's representation also have not shown a seriousness in conducting studies on the position of women's representation in public institutions. Women's Political Representation as desired by feminists like Anne Phillips, who stated that women must represent women, in fact, is still far from expectations. By using the Critical Theory approach as initiated by the Frankfurt School, and without neglecting the contributions to studies that have been carried out by previous researchers, this research is here to reflect on how the current position of women's representation is, and whether the research conducted by academics is able to bring wind changes to the issue of women's representation? This research uses a qualitative method with a literature study approach. The results of this study indicate: first, the current condition of women's representation is in a bad condition. The representation of women in the form of a 30% quota policy basically opens up a new marginal space for the existence of women in public institutions. Second, the production of these new marginal spaces has intensified with research on the 30% quota for women.

Kata Kunci : keterwakilan perempuan, teori kritis, mazhab frankfurt, kuota 30%

  1. S1-2016-394637-abstract.pdf  
  2. S1-2016-394637-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-394637-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-394637-title.pdf