Perbedaan Jumlah Perlekatan Bakteri Staphylococcus aureus Pada Benang Silk dan Vicryl
IGNASIUS OKTADEWIEN TINEKA, drg. Cahya Yustisia Hasan, Sp.BM(K); drg. Pingky Krisna Arindra, Sp.BMM(K)
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPenutupan luka insisi setelah prosedur bedah di rongga mulut membutuhkan material benang bedah. Benang bedah memiliki potensi yang besar untuk dilekati oleh bakteri. Perlekatan bakteri didukung oleh konfigurasi fisik dan struktur kimiawi benang bedah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah perlekatan bakteri Staphylococcus aureus pada benang bedah silk dan vicryl. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro. Benang bedah silk dan vicryl direndam dalam larutan suspensi, saliva dan media kaldu selama tiga hari, kemudian dilakukan perhitungan jumlah bakteri yang melekat pada masing-masing benang sampel dengan metode standard plate count. Sampel juga akan diambil gambaran secara mikroskopis melalui scanning electron microscope (SEM) Penelitian ini menggunakan uji Independent T-test dengan tingkat signifikansi 95%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah bakteri S. aureus yang melekat pada benang bedah silk lebih tinggi dibandingkan dengan benang bedah vicryl (p=0,000).
Incision wound closure after surgical procedures in the oral cavity requires surgical thread material. Surgical threads have great potential for bacterial attachment. Bacterial attachment is supported by the physical configuration and chemical structure of the surgical suture. The purpose of this study was to determine the differences in the number of attachments of Staphylococcus aureus bacteria to silk and vicryl surgical threads. This research is an in vitro laboratory experimental study. Silk and vicryl surgical threads were soaked in suspension, saliva and broth for three days, then the number of bacteria attached to each sample thread was calculated using the standard plate count method. Samples will also be taken microscopically through a scanning electron microscope (SEM). This study used the Independent T-test with a significance level of 95%. The conclusion from the results of this study showed that the number of S. aureus bacteria attached to silk sutures was higher than that of vicryl sutures (p=0.000).
Kata Kunci : Benang Bedah, Perlekatan Bakteri, Staphylococcus aureus, Silk, Vicryl, Scanning Electron Microscope