Laporkan Masalah

Pengaruh Cara Penyapihan dan Inokulasi Tanah Bermikoriza pada Beberapa Medium campuran tanah latosol terhada Pertumbuhan Semai Merawan (Hopea dryobalanoides Miq.)

Afif Bintoro, Dr.Ir. Suhardi

1995 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Medium, inokulasi tanah bermikoriza dan pemotongan akar-daun pada waktu penyapihan mempun;vai peranan penting untuk meningkatkan pertumbuhan semai, dan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketiga perlakuan terhadap pertumbuhan semai merawan. Penelitian ini dilakukan di rumah plastik Fakultas Kehutanan UGM, Se kip, Yogyakarta. Ada 3 mac am medium yang digunakan, yaitu: latosol-gambut, latosol-arang dan latosol-fosfat alam. Inokulum tanah bermikoriza diambil dari bawah tegakan merawan di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM. Empat macam kadar inokulasi didasarkan atas volume medium, ialah: O; 2,5; 5 dan 10%. Disamping i tu ada 4 perlakuan pemotongan saat penyapihan, yai tu: tanpa pemotongan, pemotongan akar, daun, dan akar-daun. Penelitian ini dirancang dalam percobaan faktorial dengan menggunakan rancangan acak lengkap, dengan uJ i lanjutan berupa uJi beda nyata terkecil (least significant difference) . Hasil percobaan ini menunjukkan, bahwa semai pada medium latosol-arang dan latosol-fosfat alam tumbuh lebih baik dibandingkan dengan sernai pada latosol-gambut dan inokulasi tanah bermikoriza 2,5; 5 dan 10% memberikan hasil lebih baik daripada 0%, dan inokulasi 10% tidak berbeda nyata dengan 5%. Dengan taraf uJi 5% ternyata perlakuan pernotongan pada saat penyapihan tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata. Sedangkan kombinasi medium dan inokulasi memberikan pengaruh nyata terh?dap pertumbuhan semai, tetapi kombinasi lainnya tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata.

Medium, mycorrhizal soil inoculation and root-leaf cutting treatments had an important role to increase seedlings growth, and this experiment conducted to observe the effect of three treatments to the growth of seedlings. This research conducted in plastic-house Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Sekip, Yogyakarta. There were three types of medium: latosol-peat; latosolrice husk charcoal and latosol-rock phosphate mixture. Mycorrhizal-soil inoculum were collected from merawan stand in Arboretum Faculty of Forestry, GMu: Four concentrations of inoculum based on volume of media were used: O; 2.5; 5 and 10%. There were also four types of cutting treatments in transplanting: without cutting; root cutting; leaf cutting and root-leaf cutting. The treatments were arranged in factorial experiment in complete randomized design. Least significant difference (LSD) was used if the treatment was significant. The result showed that seedlings on latosol-rice husk charcoal and latosol-rock phosphate had better growth compared to latosol-peat. Mycorrhizal soil inoculation 2%, 5% and 10% served better than 0%, and 10% was not significant difference to 5%. For 5% level test ther? were not significant effect for cutting treatments. Media and inoculation combination served significant effect for seedlings growth and there were not significant effect for other combination treatments .

Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Tanah Hutan Tropis,Dipterokarpa,Persemaian

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_content.pdf  
  4. Title.pdf