Laporkan Masalah

EVALUASI KETAHANAN PERTANAMAN UJI PROVENANS DAN KETURUNAN EUCALYPTUS UROPHYLLA S. T. Blake TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN (Studi kasus di Tapak Sebulu, PT Surya Hutani Jaya, Samarinda Kalimantan Timur)

Sri Rahayu, Prof.Dr.Ir. Hj. Demi Hani'in Soeseno

1996 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian tentang evaluasi ketahanan pertanaman uji provenans dan keturunan Eucalyptus urophylla terhadap penyakit hawar daun ini bertujuan untuk: (I) mengidentifikasi penyebab penyakit hawar daun, (2) mengetahui adanya variasi genetik antar provenans dan antar keturunan dan (3) mengetahui besarnya taksiran heritabilitas dalam hal kerusakan tajuk (4) menghitung korelasi genetik tingkat kerusakan tajuk dengan tinggi dan diameter, (5) menentukan provenans dan famili terbaik berdasarkan nilai Intensitas Penyakit (IP), (6) mengevaluasi kategori ketahanan relatif pertanaman uji keturunan dengan membandingkannya dengan basil inokulasi buatan.Penelitian identifikasi patogen dilakukan di laboratorium,berdasarkan UJ1 postulat Koch. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan pada pertanaman uji provenans dan keturunan half sib E. urophylla di Tapak Sebulu. Rancangan pertanaman uji provenans dan keturunan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok. masingmasing dengan 24 provenans dan 183 famili yang termasuk dalam 16 provenans sebagai perlakuan, dan 6 blok sebagai ulangan. Plot pertanaman uji. masing-masing berbentuk bujur sangkar (25 tanaman), dan baris (4 tanaman) dengan jarak tanam 3,5 x 3.5 m. Percobaan inokulasi buatan dilakukan di pesemaian, dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 21 provenans (sebagai perlakuan), masing-masing 5 ulangan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa patogen penyebab penyakit hawar daun di Tapak Sebulu termasuk dalam kelompok jamur, dan dapat diklasifikasikan ke dalam Kelas Deuteromycetes; Bangsa Sphaeropsidales; Suku Sphaeropsidaceae; Marga Hacrophoma; Jenis Hacrophoma sp. Pada pertanaman uji provenans, terdapat variasi tingkat kerusakan tajuk yang nyata, antar provenans, dan interaksi blok provenans. sedangkan pada uji keturunan terdapat variasi antar famili. famili di dalam provenans. f.amili blok di dalam provenans, maupun antar individu pohon. Hal ini memberikan petunjuk bahwa tingkat kerusakan tajuk oleh penyakit hawar daun, selain dipengaruhi faktor genetik, juga dipengaruhi faktor lingkungan. Taksiran heritabilitas genetik (dalam arti sempit) untuk provenans, famili dan individu berturut turut adalah 0,52, 0,53 dan 0,012. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit hawar daun pada tingkat provenans dan famili dikendalikan oleh faktor genetik dan lingkungan yang sama kuatnya, sedangkan pada individu lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Korelasi genetik antara tingkat kerusakan tajuk dengan karakter tinggi dan diameter pohon, masing-masing adalah -0,53 dan -0,20. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan perbaikan sifat tinggi yang lebih baik dibanding diameter, dengan menurun

A study to evaluate the resistancy of the provenance and progeny test of Eucalyptus urophylla S.T.Blake against leaf blight disease has the objectives: (1) identifiying the causal agents of leaf blight disease, (2) measuring the genetic variation of inter provenance and family, (3) determining the heritability estimate, (4) calculating the genetic correlation of the disease with hight and diameter, (5) determining the best provenance and family based on the disease intensity, (6) evaluating the resistance of progeny test by comparing with the artificial inoculation. The study was carried out using the provenance and progeny test in Site Sebulu. The progenies tested were 183 half-sib families derived from 16 provenances, and the provenance tested were 24 provenances. The tests were designed in Randomized Complete Block with six blocks as replicates, 25 tree plot of provenance and 4 tree plot of progeny test in each block. Trees were planted with 3,5 x 3,5 m spacing. To identify the causal agent of the disease the study was conducted at the laboratory of forest protection, Gadjah Mada University, using Koch postulate test. The results showed that the causal agent of the leaf blight disease was identified as fungi, and can be classified as class Deuteromycetes, ordo Sphaeropcidales, family Sphaeropcidaceae, genus Macrophoma and species Hacrophoma sp. Variability of crown destruction by leaf blight disease was significant between provenances and block interaction of the provenances and significant as well between family in the provenance, interaction of family blocks in the provenance and between individual trees. These results indicated that the degree of crown destruction were influenced by either genetic or environmental factors. Narrow sense heritability estimate for crown destruction were moderate (0,52) and respectively (0,53) for provenance and family, and low (0,012) for individual tree. Genetic correlation between crown destruction by leaf blight disease and height or diameter of the tree were considerably moderate and low i.e. -0,53 and -0,20 respectively. These findings showed a tendency that improvement of height character was better than the diameter with the decreasing of crown destruction. Based on the (40,48%) and its Illilaku provenance in Site Sebulu. disease intensity, provenance of Hatuloi family number 1018 (31,95%) derived from (37,58%). were the best provenance and family The result of evaluation of resistance showed that (from Timor island) is the most susceptible provenance, Tebalvali (from Alor island) and Illilaku provenances Wetar island) were relatively more resistant. The other nances in Site Sebulu, were relatively moderate to leaf disease. xiii Mutis while ( from proveblight

Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Ketahanan Tanaman Ampupu (Eucalyptus Urophylla),Penyakit Hawar Daun

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_content.pdf  
  4. Title.pdf