Laporkan Masalah

ANALISIS DINAMIKA TEGAKAN UNTUK MENGOPTIMALKAN JATAH TEBANGAN MELALUI PENDEKATAN KUANTITATIF DI KPHP PULAU LAUT KALIMANTAN SELATAN

Sugeng Wahyudiono, Dr.Ir. Agus Setyarso, M.Sc

1997 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Pengelolaan hutan tropis khususnya di Indonesia saat ini tidak hanya memperhatikan kelestarian basil ('sustained yield") tetapi sudah berkembang menjadi kelestarian manajemen hutan ('sustained forest management"). Salah satu elemen kelestarian. manajemen hutan adalah pengaturan basil hutan. Studi ini bertujuan untuk mempelajari pengaturan hasil hutan dengan menganalisis perkembangan tegakan dari waktu ke waktu (dinamika tegakan). Tegakan selepas tebang/pada awal jangka perencanaan di cruising ( dalam penelitian ini menggunakan data sekunder) sedangkan proyeksi tegakan pada akhir jangka diprediksi dengan matrik pertumbuhan tegakan. Selisih antara volume akhir dan volume awal jangka perencanaan merupakan jatah tebangan yang diperkenankan. Pengaturan basil menggunakan model matematis dengan paket model I yang dikembangkan Davis (1987) dimana fungsi tujuannya adalah memaksimalkan keuntungan perusahaan yang diperoleh dari kayu komersiil. Fungsi tujuan ini berada pada kendala luas KPHP Pulau Laut yang dapat dikelola tetap selama jangka dan volume yang ditebang tidak melebihi jatah tebangan yang diperkenankan. Proses data menggunakan program QSB ("Quantitative System for Business"). Hasil penelitian menuttjukkan bahwa KPHP Pulau Laut seluas 50.302,3 ha yang dikelola selama 35 tahun akan mendapatkan keuntungan Rp. 128.058.900.000,00 dengan jatah tebangan setiap tahun 121.015 m3 menyisakan areal seluas 8.211,9 ha di Bagian Rutan Pulau Laut Tengah Selatan. Jika KPHP Pulau Laut dikelola menjadi 2 unit, yaitu unit 1 Bagian Rutan Pulau Laut Utara seluas 10.052,2 ha akan mendapatkan keuntungan Rp. 22.574.850.000,00/35 th dengan jatah tebangan setiap tahun 21.640 m3 menyisakan areal seluas 4.831,4 ha tidak ditebang pada jangka perencanaan ini dan unit 2 Bagian Hutan Pulau Laut Tengah seluas 40.250,1 ha akan mendapatkan keuntungan Rp. 103.036.400.000,00/35 th dengan jatah tebangan setiap tahun 99.375 m3.

The management of tropical forest, especially in Indonesia today, not only pays attention to sustained yield but also has developed into sustained forest management. One of the elements of sustained forest management is forest yield regulation. This research was aimed to study forest yield regulation by analyzing stand development from time to time (stand dynamics). The stand structure after harvest/at the start of planning period was inventoried (in this study secondary data were used), while stand projection at the end of planning period was predicted by means of stand growth matrix. The difference between the last volume and the beginning volume of the planning period was treated as allowable cut. The yield regulation used a mathematical model of Model 1 drawn by Davis (1987) where the objective function was to maximize the company's profit obtained from commercial timber. The first constraint was that the area of KPHP Pu/au Laut that could be managed was fixed, and the second constraint was that the volume of the cut did not exceed the allowable cut. The data processing was conducted by using the QSB ( Quantitative System for Business) program. The result indicates that KPHP Pu/au Laut the area of 50,302.3 ha which will be managed for 35 years will give a profit of Rp. 128,058,900,000.00 with annual allowable cut being 121,015 m3. An area of 8,211.9 ha in Bagian Hutan Pu/au Laut Tengah Selatan is not harvested. If KPHP Pu/au Laut is divided into two units, the first unit, which is Bagian Hut an Pu/au Laut Utara an area of 10,052.2 ha, will give a profit of Rp. 22,574,850,000.00 per 35 years with annual allowable cut being 21,640 m3 (an area of 4,831.4 ha is not harvested). The second unit, which is Bagian Hutan Pu/au Laut Tengah an area of 40,250.1 ha, will give a profit of Rp 103,036,400,000.00 per 35 years with annual allowable cut being 99,375 m3

Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Tegakan Bekas Tebang,Analisis Tegakan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_content.pdf  
  4. Title.pdf