Perilaku Bertelur dan Distribusi Sarang Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) di Pantai Pelangi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
AJI NUR KHOIRUDDIN, drh.Subeno, M.Sc.
2023 | Skripsi | S1 KEHUTANANMenurut Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, penyu lekang termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi. Perilaku bertelur penyu lekang dipengaruhi oleh penutupan lahan atau vegetasi di sekitar pantai. Secara keseluruhan pantai Pelangi didominasi oleh beberapa jenis tumbuhan seperti Pandan laut (Pandanus tectorius), Widara laut (Ziziphus mauritania), Siwalan (Borassus flabellifer), Rumput gulung (Spinifex littoreus) dan Tapak kambing (Ipomea pes-caprae). Adanya perbedaan vegetasi dan tutupan lahan pada Pantai Pelangi dapat mempengaruhi persebaran sarang dan perilaku bertelur penyu lekang, maka dari itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan perilaku bertelur penyu lekang di Pantai Pelangi. Pengambilan data dilakukan dengan membagi pantai menjadi 3 stasiun yang ditetapkan secara purposive sampling. Kriteria yang digunakan dalam penentuan lokasi penelitian merupakan indikator-indikator yang berkaitan dengan objek penelitian yang meliputi tanda kehadiran penyu mendarat, kemiringan pantai, dan lebar pantai. Selanjutnya pengamatan perilaku bertelur penyu lekang dilakukan menggunakan metode Focal Animal Sampling. Pengambilan data distribusi sarang penyu lekang adalah metode survei, yaitu dengan observasi atau pengamatan secara langsung. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi suhu, kelembaban, dan jarak sarang dari vegetasi. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan menguraikan, menjelaskan dan menggambarkan hasil data yang telah diperoleh saat di lapangan dan disusun dalam bentuk kalimat ilmiah secara sistematis, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku bertelur penyu lekang di Pantai Pelangi dibagi menjadi enam tahapan yaitu proses muncul menuju ke lokasi sarang dengan rata-rata waktu 67 menit. menggali lubang dengan rata-rata 34 menit, bertelur dengan rata-rata 45 menit, menutup sarang dengan rata-rata 33 menit, menyamarkan sarang dengan rata-rata 41 menit, dan kembali ke laut dengan rata-rata 21 menit. Berdasarkan kondisi fisik habitat distribusi sarang penyu lekang dapat ditemui pada kondisi suhu lokasi peneluran yang berkisar antara 28-3 derajat selsius C, kelembaban yang berkisar antara 24-50%, kelerengan antara 3-13 derajat celsius, dan jarak sarang dari vegetasi antara 5-13 meter.
According to Law No. 5 of 1990 concerning the Conservation of Biological Natural Resources and their Ecosystems, the olive ridley turtle is a protected species. The egg-laying behavior of olive ridley turtles is influenced by land cover or vegetation around the coast. Pelangi beach is dominated by several types of plants such as pandan laut (Pandanus tectorius), widara laut (Ziziphus mauritania), siwalan (Borassus flabellifer), Spinifex littoreus and tapak kambing (Ipomea pes-caprae). The existence of differences in vegetation and land cover on Pelangi Beach can affect nest distribution and olive ridley turtle nesting behavior, therefore it is necessary to conduct research related to olive ridley turtle nesting behavior on Pelangi Beach. The criteria used in determining the research location are indicators related to the object of research which include signs of the presence of turtles landing, the slope of the beach, and the width of the beach. Furthermore, observing the egg-laying behavior of olive ridley turtles was carried out using the Focal Animal Sampling method. Collecting data on the distribution of olive ridley turtle nests is a survey method, namely by direct observation. The data collected is in the form of primary data which includes temperature, humidity, and the distance of the nest from the vegetation. Then the data were analyzed using qualitative descriptive analysis, namely by describing, explaining and describing the results of the data that had been obtained while in the field and arranged in the form of systematic scientific sentences, as well as literature study. The results showed that the egg-laying behavior of olive ridley turtles on Pelangi Beach was divided into six stages, namely the process of emergence leading to the nest location with an average time of 67 minutes. burrowing in an average of 34 minutes, laying an egg in an average of 45 minutes, closing the nest in an average of 33 minutes, camouflaging the nest in an average of 41 minutes, and returning to sea in an average of 21 minutes. Based on the physical condition of the habitat, the distribution of olive ridley turtle nests can be found in conditions of temperature at nesting sites ranging from 28-30 degree C, humidity ranging from 24-50%, slope between 3-13 degree, and nest distance from vegetation between 5-13 meters.
Kata Kunci : penyu lekang, perilaku bertelur penyu, pantai Pelangi;olive ridley turtles, turtle nesting behavior, rainbow beach