KAJIAN TEGAKAN TINGGAL AKIBAT SISTEM SILVIKULTUR TPTI PADA AREAL HPH PT. KURNIA KAPUAS PLYWOOD DI NANGA NUAK KALIMANTAN BARAT
Togar Fernando, Manurung, Prof.Dr.Ir. Djoko Marsono
1997 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPengelolaan hutan hujan tropika humida di Indonesia melalui penerapan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) akan meninggalkan tegakan tinggal dengan berbagai tingkat perkembangan pohon. Keberadaan tegakan tinggal pada areal bekas tebangan TPTI akan menentukan struktur dan komposisi hutan yang akan datang. Oleh karena itu informasi yang menadai tentang keadaan tegakan tinggal sangat penting untuk menentukan bentuk pengelolaan dan pemanfaatan hutan hujan tropika humida di masa mendatang. Penelitian 1n1 bertujuan untuk nempelajari 1) struktur dan komposisi tegakan tinggal, 2) struktur pohon binaan, 4) pola pengelompokkan konunitas dan 5)pengaruh faktor lingkungan terhadap pola komunitas yang terbentuk. Penelitian dilakukan melalui pendekatan side by side comparison pada areal 2, 6 dan 8 tahun setelah tebangan serta areal yang belum pernah ditebang dengan menggunakan kombinasi sistem jalur dan garis berpetak. Di dalan areal penelitian dibuat 12 jalur pengamatan dengan panjang jalur 1000 m, lebar jalur 20 m serta jarak antar jalur 200 m. Pada setiap jalur dibuat petak pengamatan 20 m x 20 m untuk tingkat pohon, 10 m x 10 n untuk tingkat tiang, 5 m x 5 m untuk tingkat pancang dan 2 m x 2 m untuk tingkat semai.
Kata Kunci : Ilmu Kehutanan,Sistem Silvikultur TPTI,Tegakan Bekas Tebang TPTI