Analisis Pengaruh Asimetris Fintech Lending dan Fintech Payment Terhadap Inflasi di Indonesia
NAAHILAH HUNAFAA' AQ, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., M.Ec., Ph.D.
2023 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek asimetris dari financial technology (fintech) lending dan financial technology (fintech) payment terhadap inflasi di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya kemudahan fintech dan manfaat ekonominya yang dimungkinkan mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan fintech dalam kehidupan sehari-hari. Selain daripada itu, penggunaan fintech yang cukup banyak dapat mempengaruhi perekonomian, contohnya adalah penggunaan transaksi pembayaran berbasis teknologi dimungkinkan dapat merubah lanskap keuangan oleh masyarakat dan memunculkan disintermediasi dalam perekonomian makro, termasuk stabilitas harga. Kemudian adanya perubahan lanskap keuangan ini diasumsikan dapat memicu perputaran uang yang juga dapat mempengaruhi inflasi. Lebih lanjut, adanya beberapa penelitian sebelumnya penelitian tersebut yang masih mengasumsikan hubungan yang simetris, diasumsikan selain hubungan yang simetris, hubungan antara fintech dan inflasi juga diasumsikan memiliki pengaruh yang asimetris. Penelitian ini menggunakan alat analisis data time-series menggunakan model Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) dengan jumlah observasi 51 bulan, dari Januari 2018 hingga Maret 2022. Dengan menggunakan model nonlinear akan dilihat bagaimana hubungan antara fintech lending dan fintech payment terhadap inflasi. Terdapat beberapa variabel penelitian yang digunakan yaitu satu variabel merupakan variabel terikat (dependen) yakni inflasi, beberapa variabel bebas (independen) yaitu fintech lending, fintech payment, suku bunga (interest rate), jumlah uang beredar, indeks produksi industri dan satu variabel dummy yaitu pandemi Covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efek antara fintech lending dan fintech payment terhadap inflasi, sehingga dapat ditunjukkan terdapat efek asimetris pada fintech terhadap inflasi. Dalam hubungan jangka pendek, koefisien variabel kenaikan fintech (POS) model fintech lending lebih memberikan respon yang signifikan dalam mempengaruhi Inflasi dibandingkan dengan model fintech payment. Sedangkan koefisien variabel penurunan fintech (NEG) model fintech payment lebih memberikan respon yang signifikan dalam mempengaruhi Inflasi dibandingkan dengan model fintech lending. Sedangkan untuk efek asimetris dalam hubungan jangka panjang, variabel kenaikan fintech (POS) signifikan mempengaruhi Inflasi pada model fintech lending. Merespon adanya hasil estimasi tersebut maka penting bagi pemerintah dan Bani Indonesia untuk dapat mengendalikan nilai maupun jumlah transaksi fintech dikarenakan dengan adanya kenaikan dan penurunan fintech dalam jangka panjang memberikan pengaruh pada pola konsumsi dan investasi dan juga perekonomian.
This study aims to analyze the asymmetrical effects of financial technology (fintech) on inflation in Indonesia. This is motivated by the development of fintech with its ease in encouraging people to use fintech more in their daily lives. In addition, the use of fintech which is quite a lot can affect the economy, for example in the use of technology-based payment transactions it is possible that it can change the financial landscape by the public and cause disintermediation in the macro economy, including price stability. Then there are changes in financial conditions which are assumed to trigger the circulation of money which can also affect inflation. This study uses a time-series data analysis tool using the Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) model with a total of 51 months of observations, from January 2018 to March 2022. By using a nonlinear model the author will see how the relationship between fintech lending and fintech payments has to inflation. There are several research variables used, namely one variable is the dependent variable, namely inflation, several independent variables, namely fintech lending, fintech payments, interest rates, money supply, industrial production index and one dummy variable namely the Covid-19 pandemic. The results of this study indicate that there are different effects between fintech lending and fintech payments on inflation, so that there can be an asymmetric effect on fintech on inflation. In the short term, the variable coefficient of increase in the fintech lending model (POS) gives a more significant response in influencing inflation compared to the fintech payment model. Meanwhile, the decreasing coefficient of the fintech variable (NEG) in the fintech payment model provides a more significant response in influencing inflation compared to the fintech lending model. Meanwhile, for asymmetric effects in long-term relationships, the variable fintech increase (POS) significantly affects inflation in the fintech lending model. Responding to the estimated results, it is important for the government and Bani Indonesia to be able to control the value and number of fintech transactions because the increase and decrease in fintech in the long term has an impact on consumption and investment patterns and also the economy.
Kata Kunci : financial technology, lending, payment, inflasi, efek asimetris, NARDL