Laporkan Masalah

Dampak Kebijakan Upah Minimum Menurut Jenis Kelamin Pada Tenaga Kerja Sektor Manufaktur di Pulau Sumatera (Studi Kasus Lima Provinsi Sektor Manufaktur Terbesar di Sumatera)

ARETA NUR FATIMAH A, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2023 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMI

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak kebijakan upah minimum provinsi menurut jenis kelamin pada tenaga kerja sektor manufaktur di Pulau Sumater. Terdapat lima provinsi dengan sektor manufaktur terbesar di Sumatera sebagai area observasi mencakup 18 industri pada tahun 2013-2018. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan variabel dependen adalah tenaga kerja laki-laki, tenaga kerja perempuan, dan total tenaga kerja. Serta variabel independen terdiri upah minimum provinsi, karakteristik industri, dan karakteristik provinsi. Penelitian ini melihat ekspektasi dari Permenakertrans No. 13 Tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak di tetapkan pada 10 Juli 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi two-stage least square dan regresi kuantil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum provinsi berdampak negatif terhadap tenaga kerja laki-laki pada kedua metode yang digunakan. Nilai kuantil tenaga kerja lakilaki hanya berpengaruh pada tingkat kuantil 50% dan 75% (q = 50 dan 75). Kedua, upah minimum provinsi berdampak negatif terhadap tenaga kerja perempuan pada kedua metode yang digunakan. Nilai kuantil tenaga kerja perempuan hanya berpengaruh pada tingkat kuantil 25%, 50% dan 75% (q = 25, 50, dan 75). Terakhir, upah minimum provinsi berdampak negatif terhadap total tenaga kerja pada kedua metode yang digunakan. Nilai kuantil total tenaga kerja hanya berpengaruh pada tingkat kuantil 50% dan 75% (q = 50 dan 75).

This study aims to analyze the impact of the provincial minimum wage policy by gender on the manufacturing sector labor in Sumatra Island. There are five provinces with the largest manufacturing sector in Sumatra as observation areas covering 18 industries in 2013-2018. The data used is secondary data with the dependent variables being male labor, female labor, and total labor. And the independent variables consist of the provincial minimum wage, industrial characteristics, and provincial characteristics. This study looks at the expectations of Permenakertrans No. 13 of 2012 concerning Components and Implementation of Stages of Achieving Decent Living Needs which were stipulated on July 10, 2012. The method used in this research is two-stage least square regression analysis and quantile regression. The results of the study show that the provincial minimum wage has a negative impact on male labor in both methods used. The quantile value of male labor only affects the 50% and 75% quantile levels (q = 50 and 75). Second, the provincial minimum wage has a negative impact on female labor in both methods used. The quantile value of female labor only affects the 25%, 50%, and 75% quantile levels (q = 25, 50, and 75). Finally, the provincial minimum wage has a negative impact on the total labor in both methods. The quantile value of total labor only affects the 50% and 75% quantile levels (q = 50 and 75).

Kata Kunci : regresi two-stage least square, regresi kuantil, tenaga kerja laki-laki, tenaga kerja perempuan, total tenaga kerja, upah minimum provinsi, karakteristik industri, karakteristik provinsi

  1. S2-2023-465416-abstract.pdf  
  2. S2-2023-465416-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-465416-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-465416-title.pdf