Laporkan Masalah

Exploring the System-Level Business Model For Battery Recycling: The Case of The Emerging Market of Indonesia

Hein Htet, Prof. Amin Wibowo S.E. , M.B.A., Ph.D.

2022 | Tesis | Magister Manajemen

Meningkatnya trilema energi; Keamanan Energi, eterjangkauan, dan Keberlanjutan memaksa banyak negara di seluruh dunia untuk membangun rantai pasokan baterai domestik di negara mereka. Diproyeksikan bahwa pendapatan produksi baterai tahunan akan tumbuh menjadi 300 miliar dolar pada tahun 2030 (WEF, 2019). Permintaan pasar ini diperkuat oleh tujuan ambisius Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim, yang memerlukan transisi ke teknologi konversi dan penyimpanan energi terbarukan. Indonesia adalah salah satu negara yang mendorong untuk membangun ekosistem baterai di dalam wilayah ASEAN (Gunningham, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam model bisnis sistem Indonesia untuk daur ulang baterai dan merekomendasikan kebijakan dan aturan yang sesuai yang perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif eksploratif. Data akan dikumpulkan melalui analisis dokumen dari kasus daur ulang baterai terpilih dan lingkungan regulasi masing-masing. Penelitian ini didasarkan pada konsep model bisnis untuk menjelaskan aktivitas organisasi dan kognisi manajerial secara terstruktur dan konsep model bisnis berkelanjutan pada tingkat sistem untuk mengidentifikasi fitur yang dapat memfasilitasi atau menghambat lingkungan operasional tertentu dari Model Bisnis Daur Ulang Baterai. Temuan menunjukkan bahwa sistem saat ini perlu berkembang seiring dengan investasi baterai di Indonesia karena pasar Indonesia berpotensi tumbuh besar dan peluang material untuk penciptaan nilai signifikan ada di seluruh rantai nilai.

The rise of the energy trilemma; Energy Security, Affordability, and Sustainability, issues force many countries around the world to build the domestic battery supply chain within their country. It is projected that the annual battery production revenue will grow to 300 billion annually by 2030(WEF, 2019). This demand from the market is compounded by the ambitious goals of the Paris Agreement on climate change, which require the transition to renewable energy conversion and storage technologies. Indonesia is one of those countries pushing to build a battery ecosystem within the ASEAN region(Gunningham, 2013). The aim of the study is to identify the gap within the Indonesian System level business model for Battery Recycling and recommend suitable policies and rules that needed to be carried out. The study will be using the exploratory qualitative case study method and the data will be collected through the document analyses of the selected battery recycling business cases and their respective regulatory environment. This research is based on the business model concept to describe the organizational activities and managerial cognition in a structured manner, and the system-level sustainable business model concept to identify features that may facilitate or hamper the particular operational environment of the Battery Recycling Business Models. The finding shows, the current system needs to develop along with the battery investment in Indonesia as Indonesian market is on track for enormous growth, and material opportunities for significant value creation exist across the value chain.

Kata Kunci : Circular Economy, Energy Trilemma, Sustainable Business Model, Battery Recycling

  1. S2-2022-487242-abstract.pdf  
  2. S2-2022-487242-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-487242-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-487242-title.pdf