PENAKSIRAN PARAMETER GENETIK PERTUMBUHAN MERANTI PUTIH (Shorea polyandra Sym.) DARI UJI PROGENI Half-sib UMUR 1.5 T AHUN DI KALIMANTAN SELATAN
Arnanto Nurprabowo, Prof.Dr.Ir. Oemi Hani'in S
1998 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenaksiran parameter genetik aditif tinggi pohon dan diameter batang, dilakukan untuk memperoleh informasi genetik dari uji progeni half-sib Shorea polyandra umur 1.5 tahun, pada 3 lokasi pertanaman uji di Kalimantan Selatan. Data tersebut yang utama digunakan dalam perankingan famili teruji, serta mendapatkan taksiran perolehan genetik untuk menentukan metode seleksi yang efisien. Daya adaptasi dan taksiran nilai heritabilitas dihitung untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan dikendalikan oleh faktor genetik atau lingkungan. Daya adaptasi tanaman menunjukan rata-rata angka persen hidup cukup tinggi yaitu : lokasi Stagen 75.25 %, Teluk Kepayang 88.17%, dan Mekarpura 92.25%. Rata-rata angka persen hidup pada kombinasi lokasi 85. 72%. Famili terbaik untuk parameter tinggi tanaman berkisar antara 25 sampai 27 famifi, sedangkan parameter diameter batang famili terbaik berkisar antara 24 sampai 28 famili dari 50 famili teruji pada masingmasing Jokasi dan kombinasi lokasi. Taksiran nilai heritabilitas yang didapat pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang untuk lokasi Stagen, Mekarpura, Teluk Kepayang, dan kombinasi lokasi menunjukan bahwa taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) lebih besar dari taksiran nilai heritabilitas individu (h2t), dan taksiran nilai heritabilitas individu lebih besar dari taksiran nilai heritabilitas dalam famili (ffwf). Taksiran nilai perolehan genetik famili (Gf) untuk parameter tinggi tanaman dan diameter batang pada 3 lokasi pertanaman uji dan kombinasi lokasi menunjukan nilai yang lebih besar dari pada taksiran nilai peroJehan genetik individu (Gt). Hasil nilai korelasi genetik yang didapat berturut - turut untuk lokasi Stagen, Mekarpura, Teluk Kepayang, dan kombinasi lokasi adalah 0.57, 0.79, 0.85, dan 0.76. Jika akan dilaksanakan seleksi dengan dasar parameter tinggi tanaman dan diameter batang, maka seleksi famili adalah metode seleksi yang paling tepat digunakan. Dalam hal ini metode seleksi famili akan menghasilkan perolehan genetik aditif lebih tinggi dibanding jika dilakukan roguing pada metode seleksi massa. Tetapi pada umumnya uji progeni menggunakan kombinasi metode seleksi famili dan metode seleksi dalam famili, untuk mendapatkan perolehan genetik aditif yang tinggi. Nilai korelasi genetik dari sifat tinggi tanaman dan diameter batang menunjukan hasil cukup tinggi dan positif untuk semua lokasi dan kombinasi lokasi. Hal ini berarti laju pertumbuhan tinggi tanaman akan diikuti oleh bertambahnya ukuran diameter batang.
The aditive genetic parameters estimation of tree height and stem diameter, was conducted to get half-sib progeny test genetic information of Shorea polyandra at 1.5 years, on three sites in South Kalimantan. The primary data used to rank the families tested and to get genetic gain values estimation, to determine the efficient selection method. The adaptability and estimation of heritability values were computed for knowing contribution genetic and enviroment factors on their growing. The adaptability observation show that live persentage averages are high enough. This value for Stagen, T eluk Kepayang, Mekarpura, and sites combination were 75.25%, 88.17%, 92.25%, and 85. 72% respectively. The best families for tree height paremeter are 25-27 families, meanwhile the best stem diameter famillies parameter content 24-28 families from 50 families selected in each site and site combination. The estimation of heritability values for tree height and stem diameter at three sites : in Stagen, Mekarpura, Teluk Kepayang, and sites combination, indicate that the family heritability values estimation are higher than the estimation of their individual heritability values, and the estimation of individual heritability values are higher than the estimation of heritability values within family. The estimation values of family genetic gain value for tree height and stem diameter in three sites and sites combination of plantation test are higher than the estimation values of individual genetic gain values. Genetic correlation between tree height and stem diameter in Stagen, Mekarpura, Teluk Kepayang, and sites combination are 0.57, 0.79, 0.85, and 0. 76 respectively. If height parameters selection 'II conduct, the most appropriate method is familty selection. Family selection method 'II result the higher aditive genetic gain value than if it done by rouging with mass selection. But, usually progeny test use combination of famillly sefection method and selection within familly method, in order to get the higher aditive genetic gain. Genetic correlation value between tree height and stem diameter show the positive and high value. It mean that hetght growing significantly followed by diameter growing too.
Kata Kunci : Kayu Meranti Putih,Pertumbuhan