Laporkan Masalah

KANDUNGAN KLOROFIL BATANG SEBAGAI INDIKATOR SUKSESI VEGETASI HUTAN TROPIKA BASAH DATARAN RENDAH

Dwi Tyaningsih Adriyanti, Prof.Dr.Ir. H. Djoko Marsono

1998 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Suksesi adalah proses yang dialami oleh vegetasi pada suatu areal untuk mencapai kestabilan yang optimal. Suksesi akan berlangsung beberapa saat setelah suatu hutan mengalami kerusakan. Pada pengamatan pendahuluan tentang biodiversitas tumbuhan menunjukkan adanya indikasi bahwa tahapan suksesi dapat diketahui dengan melihat karakteristik fungsional tanaman (PFA= Plant Functional Attribute )-nya. Salah satu karakteristik yang perlu diamati adalah munculnya klorofl pada batang tanaman. Kehadiran klorofil pada batang tanaman berkayu diduga berkaitan dengan faktor tingkat radiasi aktif yang sampai ke batang tanaman dan tingkat suksesi hutan tersebut. Untuk mengetahui peran klorofil pada batang terhadap tahap-tahap suksesi vegetasi yang berlangsung pada suatu hutan, dilakukan penelitian yang bertujuan: 1. Mengetahui perbedaan PF A pada beberapa tahap kerapatan hutan berdasarkan suksesi dan kepentingannya 2. Mengetahui korelasi antara PF A dengan konsentrasi klorofil pada batang 3. Mengetahui kemungkinan untuk menentukan kandungan klorofil pada batang sebagai indikator suksesi vegetasi hutan tropika basah dataran rendah. Penelitian ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu pada 5 areal yang memiliki kerapatan yang berbeda untuk mengetahui PF A dalam hubungannya dengan tahap suksesi vegetasi dan pada 12 plot lain yang diberi perlakuan pengurangan tajuk 20% dan 500/o untuk mengetahui korelasi kehadiran klorofil pada batang terhadap tingkat pembukaan tajuk. Metode yang digunakan dalam klasifikasi PF A adalah Minimum Variance Clustering, sedangkan untuk mengetahui peran klorofil pada batang terhadap pembukaan tajuk dilakukan analisis varian terhadap konsentrasi klorofil batangnya. Selanjutnya untuk mengetahui peran faktor lingkungan dalam pengelompokan berdasarkan total perubahan konsentrasi klorofil batang digunakan Simple Discriminant Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tahapan suksesi vegetasi dapat dicirikan dengan melihat komposisi PF A pada tanaman penyusun hutannya. Semakin banyak jumlah yang memiliki karakter habitus daun paralel veined (PV) berarti hutan tersebut berada pada awal tahap suksesi. Dalam kaitannya dengan pembukaan tajuk diketahui bahwa terdapat korelasi yang kuat pada ukuran daun l (microphyll) dan PL (platyphyll) serta kemiringan daun PE (pendulous) terhadap konsentrasi klorofil batang. Faktor lingkungan prosentase penutupan tajuk memberikan kontribusi lebih besar dari rata-rata tinggi tajuk terhadap masuknya cahaya yang merangsang pembentukan klorofil batang, sehingga kesimpulannya adalah ada pengaruh yang ditimbulkan oleh perlakuan pengurangan tajuk terhadap konsentrasi klorofil batang.

o attain optimum stability. Succession will take place immediately after a forest damage. Earlier observation on plant biodiversity revealed that succession stages were able to be scrutinized by inspecting its Plant Functional Attnbutes (PF A). One of characteristics worth for further study is the emergence of chlorophyll in stem. Its existence in woody plant stem is suspected to relate with photosynthetic active radiation level factor, that directly penetrating unto the stem, and the stage of forest succession. In order to comprehend the role of stem chlorophyll in every stage of vegetation succession that take place in a forest, a research was carried out, with the following objectives: 1. Seek PF A differences in some forest density stages based on succession and its corresponding consideration of importance. 2. Seek correlation between PF A and stem chlorophyll concentration 3. Determine chance of using stem chlorophyll content as an indicator of succession in tropical lowland humid forest vegetation. This study was carried out in two distinct ways, i.e., in 5 areas with their different densities in order to uncover PF A in its relationship with vegetation succession stages and in other plots that underwent crown cover removal treatments of 20% and 50% in its purpose for revealing correlation between presence of stem chlorophyll and crown opening. Employed method for PF A classification was Minimum Variance Clustering, while for assessment of stem chlorophyll role in crown opening, variance analysis was used to assess stem chlorophyll concentration. For assessment of environmental factor role in grouping grounded on total change of chlorophyll concentration of stem, Simple Discriminant Analysis was used. Result showed that increasing stages of vegetation succession could be characterized upon inspection of PF A composition in plants that structured a forest. The more a forest retained leaf habitus character of parallel veined (PV), the bigger possibility that it was in early succession stage. In relation with crown opening it was known that a strong correlation existed between leaf size of MI

Kata Kunci : Suksesi Vegetasi,Hutan Tropis,PFA (Plant Functional Attributes)

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf