Laporkan Masalah

Dampak Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta

ZALFA NURUL SYIFA, Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D.; Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

2022 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Pola konsumsi pangan rumah tangga dapat diukur secara kualitas maupun kuantitas. Keanekaragaman pangan dan keseimbangan gizi dalam kaitannya dengan pola konsumsi pangan rumah tangga dilakukan dengan perencanaan produksi dan penyediaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dampak program P2KP terhadap Tingkat Konsumsi Energi (TKE) di D. I. Yogyakarta pada tahun 2009 dan 2019, (2) mengetahui dampak program P2KP terhadap Pola Pangan Harapan (PPH) di D. I. Yogyakarta pada tahun 2009 dan 2019, dan (3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi Pola Pangan Harapan (PPH). Penelitian dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah sampel sebanyak 5.984 rumah tangga. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data Susenas 2009 dan 2019. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis nilai AKE & TKE, analisis skor PPH, uji Mann-Whitney, dan regresi logistik biner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) program P2KP memberikan dampak pada Tingkat Konsumsi Energi (TKE) di D. I. Yogyakarta, yaitu meningkatkan nilai TKE menjadi 107,71% pada tahun 2019, (2) program P2KP memberikan dampak pada Skor PPH di D. I. Yogyakarta, yaitu meningkatkan skor PPH menjadi 96,14 pada tahun 2019, dan (3) faktor-faktor yang memengaruhi skor Pola Pangan Harapan (PPH) rumah tangga di D. I. Yogyakarta adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, umur kepala keluarga, pendapatan rumah tangga, dan penerapan program P2KP dapat meningkatkan probabilitas skor PPH rumah tangga.

The household food consumption pattern can be measured in terms of quality and quantity. Food diversity and nutritional balance in relation to household food consumption patterns are carried out by planning food production and supply. This study aims to (1) determine the impact of the P2KP program on the energy consumption level in D.I. Yogyakarta in 2009 and 2019, (2) determine the impact of the P2KP program on the Desirable Dietary Pattern (DDP) in D.I. Yogyakarta in 2009 and 2019, and (3) knowing the factors that influence the Desirable Dietary Pattern (DDP). The research was conducted in the Special Region of Yogyakarta with a total sample of 5,984 households. The data used is secondary data from Susenas in the year of 2009 and 2019. The methods used to analyze the data are energy consumption lever value analysis, Desirable Dietary Pattern score analysis, Mann-Whitney test, and binary logistic regression. The results of this study indicate that (1) the P2KP program has an impact on the energy consumption level in D. I. Yogyakarta, which increased the value to 107.71% in 2019, (2) the P2KP program has an impact on the Desirable Dietary Pattern score in D.I. Yogyakarta, which increased the score to 96.14 in 2019, and (3) the factors that influence the Desirable Dietary Pattern score in D. I. Yogyakarta are the education level of the head of the family, age of the head of the family, household income, and implementation of P2KP program which can raise the probability of household Desirable Dietary Pattern scores.

Kata Kunci : angka kecukupan energi, tingkat konsumsi energi, pola pangan harapan, Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)

  1. S1-2022-430456-abstract.pdf  
  2. S1-2022-430456-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-430456-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-430456-title.pdf